Wednesday, 7 January 2009

Prosesi Ngundhuh Mantu Adat Jawa

Graha Sabha Pramana,

12 Juli 2008

Melanjutkan wisata budaya kita yang lalu, prosesi pernikahan Jawa di pihak mempelai wanita telah selesai. Satu minggu sesudahnya, dilanjutkan dengan prosesi Ngundhuh Mantu dari pihak laki-laki.

Seharusnya, pengantin perempuan menginap di rumah laki-laki selama satu lapan (selapan) tapi karena kesibukan kami harus ngantor setelah menikah, so kita melewatkan acara boyongan dll. Nah, kita mulai aja yuk ceritanya ...

Berbeda dengan resepsi di UC, kami berdua seperti pengantin "uculan".

Kami berangkat dari rumah mungil kami menuju gedung bersama keluarga pengantin laki-laki dan dirias di sana sebagai pengantin. Jujur, kesakralan memang tidak begitu terpancar pada waktu resepsi kedua. Tidak terbayangkan sebelumnya rasa lelah yang mendera. Kami sih ngebayangin everything will be OK. Tapi... cuapeknya minta ampyuuunnn ... he3x

Acara dimulai pukul 17.30, dimulai dengan basa-basi dari kedua belah pihak keluarga yang diwakili oleh "wakil keluarga" yang mahir berbahasa Jawa, he3x... Selanjutnya kami berdua "salim" (berjabat tangan) kepada kedua orang tua pengantin laki-laki.

Kemudian, kami mendapat "toyo wening" (air putih yang diminumkan pada kami berdua dari ibunda pengantin laki-laki). Setelah itu, ayah pengantin laki-laki memasukkan keris pengantin laki-laki. Wah, jadi ikut penasaran maknanya apa ya???

Dalam resepsi NGUNDHUH MANTU, ada istilah penari "edan-edanan" dan "cucuk lampah" pada kirab menuju pelaminan. Jadi, kirab menuju pelaminan dimulai dari penari "edan-edanan" yang konon kabarnya menghilangkan hawa buruk yang bisa menganggu resepsi.

Setelah penari selesai menari, barisan cucuk-lampah, pengantin, ibu&bapak pengantin, adek pengantin, sanak keluarga PW dan sanak keluarga PP. Kalo ditanya, apa ya masing-masing maknanya. Waduh, aku sendiri yang ngalami nggak tahu maknanya, he3x ...


O i ya, aku juga pengin bagi2 pengalaman, bagi yang ingin menikah dan menggunakan riasan Jawa : Hati-hati lho, sanggulnya beeerrraaaaaat bangeeeetttt ... Tapi kata bu Lies (Kartini), pamali buat ngomong berat.
So, aku ngomong beratnya sekarang aja di blog, he3x ...

Beberapa hiburan yang dapat dilihat selain liputan prosesi kami yang sengaja di tampilkan sebagai slide juga tarian-tarian, seperti : Gatutkaca, Gambyong dan lawakan dari duet kembar marmoyo, he3x.. Setelah para tamu usai, kami berfoto ria dan rasa lelah mulai menghinggapi.


Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar. Demikianlah cerita bahagia kami tentang prosesi pernikahan kami, "never ending story ... ".

Semoga kami mampu menjadi suami istri dan orang tua yang sesuai syariat islam. Amien.

ima-ep

No comments:

Post a Comment

Mohon diberi masukan membangun agar kami bisa menyajikan informasi yang lebih berguna bagi para pembaca sekalian. Terima kasih.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
IBX583576234EA4D