Wednesday, 11 March 2015

Tips Liburan Saat Musim Penghujan

Desember - gede-gedene sumber (melimpahnya air sumur)
Januari - hujan sehari-hari (Setiap hari hujan)

tips liburan
www.tamasyaku.com

Nah, sekarang ini bulan MARET lho ya.. dan curah hujan masih tinggi di kota Yogyakarta bagian utara. Entah hujan yang masih rindu tanah Jogja atau awan yang masih ingin menggantung di atas kotaku tercinta.


Hujan, identik dengan dingin, basah, masuk angin, dan konotasi negatif yang kasihan benar melekat di kata "hujan". Coba kalau emaknya hujan tahu bakalan dikonotasi negatif, pastinya gak dinamai dengan "hujan" sebuah keadaan dimana awan mengeluarkan butir-butir air.

Dan ingatkah ketika kata lain sebagai lawan kata hujan juga dikenal di belahan dunia, orang menyebutnya panas. Sama aja konotasinya hal-hal yang tidak mengenakkan, seperti : gerah, sumuk, hitam, dan lain-lain yang sering kita keluhkan kalau panas matahari begitu terik.

Lalu, dimana letak kita bersyukur???
Hujan adalah berkah,
ketika panas yang terik , kita merindukan hujan.
ketika malam yang gerah, kita merindukan hujan,
ketika terbersit seberkas memory indah yang bisa tiba-tiba hadir di kala hujan..

Dan ketika panas menunjukkan kekuataanya,
menyenangkan ketika pakaian yang dijemur bisa kering itungan menit,
aktivitas kita berjalan lancar,
dan merasa bersyukur akan seteguk air putih yang menyejukkan..

"Kekuatan berpikir positif adalah membuat kita merasa berperasaan positif"

Berpikir positif saat jalan-jalan atau tamasya atau apalah menyebutnya, yang pasti bepergian meninggalkan rumah untuk melihat dan menemukan suasana baru.  Apalagi kita sudah merencanakan untuk pergi di musim hujan. Beberapa hal yang pernah kami alami saat bertamasya dan hal -hal tersebut menjadi pembelajaran kami untuk tidak khawatir bepergian atau piknik atau rekreasi di saat hujan.
  • Koper tahan air
Ini kepikiran saat kami membawa koper yang dari bahan tak tahan air, begitu sampai  hotel baru sadar kalau isi di dalam koper dingin agak basah karena air yang merembes masuk. Hal tersebut menjadi pembelajaran untuk membawa koper dari bahan tahan air, atau sedia pelindung koper yang tahan terhadap hujan dengan memilih bahan yang waterproof.

tips liburan
sumber : tokopedia
  • Membawa tambahan pakaian dan kaos kaki
Berdasarkan pengalaman, membawa kelebihan atasan dan daleman sepertinya menjadi solusi praktis daripada harus membeli pakaian di tempat tujuan. Selain waktu yang terbuang untuk shopping juga mengurangi jatah uang saku kita untuk jalan-jalan dan membeli oleh-oleh. Menyelipkan tambahan 1 pakaian, 1 daleman  dan 1 kaos kaki sudah cukup membuat nyaman ketika bepergian di saat hujan.

Kenapa perlu membawa kaos kaki?
Pengalaman manda di saat seluruh tubuh menggigil kedinginan, seluruh tubuh sudah tertutup rapat dan memakai selimut, tetapi tetap saja merasakan dingin yang hebat. Teringat saat badan menggigil, papa selalu memakaikan kaos kaki ke kami anak-anak perempuannya, dan manjur untuk mengatasi dingin yang hebat ketika di ruangan AC di dalam kereta/pesawat dan di kamar hotel yang ACnya sentral, hehehehe...

  • Payung Lipat
Pernah terpikir untuk membawa mantel, tetapi karena tema bepergiannya di kota dan tempat wisata, mungkin memegang payung (membuka dan menutupnya)  masih nyaman karena sesekali kehujanan dan sesekali bisa berteduh. Memilih payung lipat adalah sebuah alternatif solusi ketika bepergian di musim penghujan. Lain lagi apabila kita bepergian di pegunungan (hiking) atau di pantai (camping), mungkin yang paling tepat adalah membawa mantel. Mantel memudahkan gerak bebas kita beraktivitas dan tidak mungkin tampon (baca : air hujan mengenai tubuh dari sisi terluar payung).
  • Salonpas dan obat-obatan
Berasa nenek-nenek kalau orang dengar "salonpasan", dan ejekan panda biasanya : "bocoorr.. bocoorr.."
Terserah saja diejekin, yang penting SEHAT dan bisa menikmati perjalanan.

Kenapa harus koyo tempel?
Karena tidak bikin lengket kulit (tapi bikin lengket bulu, hihihihihi) dan tidak bau balseman atau minyak-minyak sejenis. Koyo tempel mujarab ditempelkan ke bagian yang membutuhkan kehangatan.

Paling horor setelah kehujanan adalah masuk angin, yah kalau cuma bersin-bersin masih bisalah ditolerir. Kalau badan sudah memutuskan untuk nggregesi (demam), kepala sudah memutuskan untuk sakit kepala dan perut memutuskan untuk melilit (diare), naahh saat-saat itu jadi horror banget untuk perjalanan tamasya kami. Dari sekian perjalanan, diputuskan bahwa salonp*s, decolg*en dan new-diat*bs adalah pilihan P3K yang tidak lupa dibawa. Oh iya, hampir kelupaan.. bawa tensopl*st juga penting ya.. tidak tahu tergores, terantuk, jatuh atau lecet bisa diatasi segera dengan menempelkan tensopl*st *kelihatan tahun lahirnya ya kalau nyebutnya tensopl*st, hihihihi..

Nah, sepertinya perjalanan di saat hujan tidak menjadi masalah dan bad mood kalau kitanya siap sedia dengan alat memerangi hujan yaa.. Selamat bertamasya dan jadikan setiap tempat menjadi alasan kita bersyukur..

Salam/manda

28 comments:

  1. elton19:54

    wah kalau tau ada pelindung koper yang anti air, pasti tenang waktu kehujanan di Roma-Termini ya manda...hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahahha.. itulaaahh inspirasi kita pandaaaaa... maafkan yaaa kadang2 berasa tikus nii *takut air* xixixixixi.. tikus putih yang imut :* :* thank you for being best partner in my life-journey *_*

      Delete
  2. hehehe aku bold yang koyo tempelnya mak...Ini mujarab banget buat dibawa kemana2, selain hangat, berasa diurut. Favoritku mba, sampai2 pernah berdoa"masuk surgalah" pembuat koyo ini hehhhee

    ReplyDelete
    Replies
    1. mba kartinaaaaaaa.. *anatara ngekek sama bilang amin nii* benerrr kepikiran ikut doain juga si penemu koyok yaa... *_* makasih sudah mampir

      Delete
  3. Makasih tipsnya..pernah nih waktu di Bandung musim hujan ga bawa payung jadi main di dlam kamar hotel aja :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. pernah ngalami seperti ini, alhasil bisa explore bagian-bagian hotel.. malah biasanya nggak cobain fasilitas spa-nya, ini jadi sempat ngincipin.. hihihihi.. membangkitkan mood liburan tergantung bagaimana kita meknikmatinya ya mba kania.. *_* makasih sudah mampir yaa..

      Delete
  4. Payung lipat ntuh yg belum prnh masuk dlm list jk bepergian.
    Koyo juga gak bawa, tdk sk pake koyo mbak. Hehehe

    ReplyDelete
  5. Matur nuwun tipsnya mbak Ima. Nggak pernah kepikiran pakai Koyok. hehehe nggak biasa. biasanya pasti bawa tolak angin. biar nggak mabok :) soalnya saya ini "pemabok" Berat :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. mba zulfaaa.. itu koyok mujarab ditempelin pas puser... semoga tipsnya bermanfaat yaa.. *_*

      Delete
  6. Koyok yang di sini kayaknya gak sepanas di Indonesia, ya? Apa karena di sini cuacanya lebih dingin, yaks?

    Btw, bener banget kudu sedia obat-obatan. Aku biasanya bawa balsem, ama parasetamol. kalau nggreges langsung minum itu. ira

    ReplyDelete
    Replies
    1. koyok jerman kalah sama udaranya yg brrr.. gak mempan.. dulu bawa salonp*s yang ijo juga gak kodal.. wkwkwkwkwk.. iyaa paracetamol skrg juga jadi andalan ni..

      Delete
  7. Tensopl#st? #WongBiyen banget iki :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyoo ikii,,, mbiyeenn naaannn,,, hahahahaa :P

      Delete
  8. Makasih tipsnya mbak Ima... suka banget ama kalimat ini : Kekuatan berpikir positif adalah membuat kita merasa berperasaan positif.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gold morning Good People.. say hai from jogja yaaaa... :*

      Delete
  9. pribahasa jowo, tak tambahi mbak,
    pebruari: pemean basah berhari-hari
    maret: mataharine seret
    #gagal fokus =D
    btw, nice info mbak... like it...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ooo jadi februari maret masih bernuansa grey ya mb kholifah, hihihihihi.. makasiiiii *_* matur nuwuunnn....

      Delete
  10. Aku pernah pake koyo mbak. Blingsatan kepanasan wkwkwk. Abis itu kapok. Mungkin aku kebeli yang paling 'pedas'. Duh....ga enak banget. mana ditempelnya di leher. Jadi gatel hahaha.

    Pelindung koper memang perlu banget itu kalo lagi jalan2 di musim hujan. Sama kayak ransel, penting ada rain covernya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan yang meraaahhh mb Rien.. ima jugaaaaa langsung merah2 gituuu.. hihihihihi.. sekarang ada yang koyok model gel, enak dingin dipakainya...

      Delete
  11. makasih tipsnya mak..
    perlu pake sepatu tahan air juga kayaknya ya biar tetap nyaman :)

    ReplyDelete
  12. Aku prefer minyak angin daripada kayak koyok, kalau koyok kayak (mirip pilihan katanya) cekot-cekot gitu lho panasnya :D

    ReplyDelete
  13. jaket dan kaos kaki emang vital ya di musim ujan

    ReplyDelete
  14. sebenarnya nggak ribet sih kalau memang suka jalan2,yang penting bawa payung aja kalau mau jalan2 keliling kota,biar nggak kehujanan hehehe..makasih mak tipsnya^^

    ReplyDelete
  15. Tamasya di musim hujan kalo aku lebih ringkas bawa topi aja.... Kalo jaket tipis kedap air jarang dibawa...ribet...padahal dibutuhkan ya bila beperhian di musim hujan?

    ReplyDelete
  16. Aku gak tahan panasnya salonpas. Paling banter minyak kayu putih, itupun jaraaaaang bgt. Lebih sering krukupan pasmina aja & minum panadol kalau pusing atau masuk angin :)

    ReplyDelete
  17. Suka dengan kalimat terakhirnya mbak. "jadikan setiap tempat menjadi alasan kita bersyukur..". SETUJU! :)

    ReplyDelete
  18. iya pelindung koper perlu banget. pernah koperku basah dan kotor jadinya susah dibersihkan

    ReplyDelete

Mohon diberi masukan membangun agar kami bisa menyajikan informasi yang lebih berguna bagi para pembaca sekalian. Terima kasih.

Featured post

Uji Kehandalan ZenFone Zoom S di ZenFinity 2017

ZenFone Zoom S ZenFone Zoom S cocok untuk smart traveler , karena menjadi traveler membutuhkan ZenFone Zoom S untuk menemani keseh...

IBX583576234EA4D