Thursday, 14 May 2015

Jalur Darat ke Pekalongan Lewat Temanggung

Happy Long Weekend..

Menuliskan cerita perjalanan yang masih up to date berharap bisa menceritakan kondisi jalanan yang kami lewati dari Yogyakarta, Magelang, Temanggung, Parakan, Weleri, Kendal, Batang, Pekalongan. Memang tidak biasanya kami memotong jalan ke Pekalongan lewat Temanggung. Tapi sebulan yang lalu kondisi jalan katanya masih mulus *mulus sesuai definisi masing-masing*

Kami biasanya mengambil rute Yogyakarta - Muntilan - Kopeng - Bawen - Ungaran - Semarang - Kendal - Batang - Pekalongan. Lumayan memakan waktu yang seharusnya lebih cepat kalau mengambil jalur Temanggung. Kelebihan melewati jalur Kopeng adalah hawa yang sejuk, pemandangan gunung-gunung yang mempesona, belanja buah jeruk baby khas kopeng, belanja sayur juga boleh xixixixixi, dan kemudian masuk ke bawen melewati Banaran cafe. Naaahh, di banaran nggak boleh kelewat teh poci, es kopi spesial, dan aneka gorengan. Perjalanan melewati Semarang jauh lebih bagus kondisi jalannya, banyak tempat yang bisa disinggahi ketika ingin membeli oleh-oleh *sambil menelusur ingatan tentang jalan Pandanaran.

Nah kali ini perjalanan darat ke Pekalongan mengambil rute Temanggung. Dan bulan Mei 2015 ini, ada pengerjaan jalan (baca : pengecoran separuh badan jalan dinaikkan), ada 3 titik sistem "buka tutup" yang diberlakukan oleh pekerja jalan raya. Mending kalau hanya 3 titik tersebut, sepanjang jalan aspalnya berlubang, bergelombang dan rusak parah. Ngeri ngebayangin kalau hujan dan malam hari. 


Mengambil jalur lewat Temanggung juga bisa belanja buah jambu biji, yang segerrr cantikkk dan sekilonya hanya 4,000 rupiah. Wah mama gelap mata beli 6 kilo jambu biji, xixixixixi. Perjalanan dilanjutkan dengan sedikit agak mual-mual.Di pertigaan di daerah Kendal, rute jalur melewati Semarang atau melewati Temanggung akan bertemu dan melewati daerah yang menjual degan (baca : kelapa muda) dan krupuk kere (baca : krupuk melarat) atau dikenal dengan krupuk goreng di pasir. Melarat itu bahasa jawa dari kata miskin banget. Mungkin karena gorengnya pakai pasir trus identik dengan tidak mampu beli minyak ya?
Yang pasti, mama mertuaku suka sekali dengan krupuk goreng pasir ini dan selalu kami belikan sebagai buah tangan murah tapi memuaskan.

Memasuki batang, sepanjang jalan mulus, hanya saja kondisi lampu jalanan yang agak gelap. Sebaiknya berhati-hati karena sering kaget ada yang menyeberang. Sampai di kota Pekalongan. Wow panasnya di pekalongan hari ini, kurang lebih 35 derajat dan terasa panas tak berangin dibanding Yogyakarta. Bersyukur saya tinggal di Jogja Istimewa. Setelah melewati perjalanan darat selama 5 jam kami sampai di kota Batik pekalongan.. 

Salam,
manda

8 comments:

  1. Wah...penasaran nih menanti kelanjutan kisah perjalanannya selama di Pekalongan... Jangan lupa ceritakan tentang batik Pekalongan yang terkenal itu ya...

    ReplyDelete
  2. Seru ya lewat jln baru. Ditunggu cerita jln2nya..jangan lupa nyicipin tauto di pekalongan

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa mom, soto tauto yang asli pekalongan yaa... *_*

      Delete
  3. Travelling dengan perjalanan darat itu sangat menyenangkan ya. Bisa mampir-mampir, bersentuhan dengan masyarakat lokal dan menikmati kuliner setempat. Ditunggu liputan berikutnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. siap mba donna.. sudah kunjung balik ke rumah mb donna, cakeepp bagettt liputan-liputannya... *_*

      Delete
  4. Abis parakan lewat sukorejo donk mak Ima, itu alun2 yg ada patung ayam gede, mbahku rumahnya disitu, jlnnya naik turun klo lewat Temanggung, bikin mabok,hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih mak prima... ademmm ya berarti tempat simbahnya?

      Delete

Mohon diberi masukan membangun agar kami bisa menyajikan informasi yang lebih berguna bagi para pembaca sekalian. Terima kasih.

Featured post

Uji Kehandalan ZenFone Zoom S di ZenFinity 2017

ZenFone Zoom S ZenFone Zoom S cocok untuk smart traveler , karena menjadi traveler membutuhkan ZenFone Zoom S untuk menemani keseh...

IBX583576234EA4D