Thursday, 2 July 2015

Mister BaQar, Seturan, Yogyakarta

Mister Baqar

Judulnya : P.E.N.A.S.A.R.A.N


Kebayang ya, suatu malam jam 7 an, dapat rekomendasi dari teman ayam bakar enak di daerah Seturan, Yogyakarta. Eh, yang ada SUDAH HABIS! Trus kan jadi penasaran pingin nyobain, apa yang membuat si ayam bakar ini HABIS di jam makan malam.

Ngabuburit di daerah Seturan, daerahnya mahasiswa dan daerahnya tempat makan, berangkat jam 16:30 bisa-bisa buka di jalan kalau naik roda empat. Mengingat jaman-jaman pacaran, ngabuburitnya boncengan roda dua saja. Tentunya, perlengkapan otomotif yang paling penting adalah helm standard.
Bukan mau ngebut sih *ngebut nggak romantis*, melainkan males urusan sama pak polisi, hehehehe. Kalau manda pas ingin gesit ke banyak tempat, peralatan naik motornya lebih lengkap, meliputi : sarung tangan, tutup hidung, dan kaos kaki.

Pakai helmnya ya!

Sebenarnya, perjalanan dari rumah kami di Condong Catur sampai ke Seturan cuma deket banget. Tapi, di bulan Ramadhan begini banyak "pasar tumpah" atau "pasar kaget" atau "kampung Ramadhan" yang tiba-tiba bisa kayak sulapan. Mulai jam 16:00 ramai dan hilang lapaknya jam 18:00. *apa sih di Indonesia yang nggak kagetan?

Well, jalan-jalan sore sekalian piknik mata yang melewati banyak penjaja cemilan, kudapan, snack, gorengan dan minuman yang bikin laper mata. Kalau pas puasa begini, mata memandang sesuatu itu menjadi sinyal lemah untuk otak *artinya : jadi kepengin beli* Kurang lebih 20 menit kita sampai di Mister Baqar.

Jejeran Piring

Deretan piring sudah ditata dengan tahu, tempe, lalapan, dan cawan kecil sambal sudah siap tinggal ditata sesuai pesanan pelanggan. Kursi bagian depan sudah "reserved" dan terus berjalan ke belakang di samping mushola kita akhirnya duduk. Widiiwww, berasa jadi emak dan bapak kost nih.. Semua yang makan di sini adalah anak muda *maklum daerah kampus* *maklum harga mahasiswa ternyata*

Mushola

Tak lama setelah kami duduk, pelayan segera memberikan nota menu kepada kami dan tentunya menyampaikan yang sudah HABIS : "bakmi goreng" dan "lele", weleh weleh.. Saya kira tadinya bahasa marketingnya bilang habis eh ternyata memang ada yang dapat bakmi sebelum kita.

Interior Mister Baqar

Nota menu yang fleksibel untuk diisi, sudah ada nama menu dan kita tinggal mengisi jumlahnya. Harga yang ditawarkan di sini telatif murah, harga mahasiswa. Dengan tempat yang bersih dan pajangan dindingnya yang unik *seperti di Eastern Kopi TM* mungkin desainer ruangannya sama, hehehehe.

Minuman

Masih lumayan kita masuk kebagian tempat duduk, orang ketiga setelah kami yang datang dadakan dibuatkan alas duduk di bagian paling belakang di teras Mister Baqar. Tetep jadi aneh karena kita duduk di atas, trus persis di belakang kita duduk dipaksakan model lesehan. Jadi nggak enak kalau pingin buang angin *kan kasihan* #ups maaf.

Tibalah saat berbuka, dannnn baru minuman yang diantarkan untuk meja kami. Baiklah, mari minum teh panasnya sambil tengak tengok sekeliling urutannya makanan diantar sudah sampai giliran mana, hehehehe. Untungnya dekat dengan mushola jadi bisa menunggu dengan solat maghrib.

Olala, saya baru tahu, ternyata yang membuat lama adalah mereka yang datang sesudah kami ternyata sudah memesan dulu *mungkin anak kuliahan yang sudah sering ke sini*, jadi kami dilayaninya belakangan.

Formasi Lengkap Pesanan

Formasi lengkap pesanan menu berbuka puasa kali ini di Mister Baqar. Mister Baqar ini menawarkan menu goreng kremes, baqar kremes, balado, dan penyet. Sesuai rekomendasi, di salah satu menu kami pesan nasi baqar.

Ayam Baqar Kremes dengan Nasi Baqar

Nasi baqarnya dibungkus daun dengan aroma yang khas dan mengenyangkan karena proses pembuatannya menggunakan santan. Tapi ternyata nasi ini PEDES dan manda tidak tahan pedasnya, dan tukeran nasi putih dengan panda. Di setiap pesanan sudah termasuk sambal dan lalapan.

Ayam Balado

Pesanan kali ini di Mister Baqar semuanya pedas bagi manda, sehingga kurang bisa menikmati rasa aslinya masakan. Untuk menghilangkan rasa pedas yang menempel di lidah, sebaiknya minuman yang dipilih adalah  minuman panas karena mampu menghilangkan minyak pedas yang masih menempel di lidah. Tapi kali ini, jus mangga lebih enak diminum untuk menangkal pedasnya menu di Mister Baqar.

Mendoan dan Terong Penyet

Manda memesan mendoan dan panda memesan terong penyet *lagi-lagi pedas* Mendoannya jenis mendoan apa ya? *garu-garuk* secara tepungnya banyak banget, kurang asin, dan tempenya dipotong kecil tapi tebal. Semoga deskripsi ini bisa dibayangkan ya sahabat tamasyaku. Seluruh porsi yang dipesan untuk buka bersama ini dihargai 55ribu rupiah *kantong mahasiswa bener*

Mister BaQar

Jalan Setuiran C8
Yogyakarta
(depan kampus STIE YKPN)

4 comments:

  1. Aduuuuh.. nasi bakarnyaaa... *tutupmata

    ReplyDelete
  2. Sambelnyaaa... glek :)

    ReplyDelete
  3. Nyam enak kayak e mba

    ReplyDelete
  4. terimakasih bos tentang infonya dan salam sukses selalu

    ReplyDelete

Mohon diberi masukan membangun agar kami bisa menyajikan informasi yang lebih berguna bagi para pembaca sekalian. Terima kasih.

Featured post

Uji Kehandalan ZenFone Zoom S di ZenFinity 2017

ZenFone Zoom S ZenFone Zoom S cocok untuk smart traveler , karena menjadi traveler membutuhkan ZenFone Zoom S untuk menemani keseh...

IBX583576234EA4D