Tuesday, 27 October 2015

Mencari Pernak Pernik Fotografi di Yogyakarta

Berkesempatan bertemu kembali dengan personel BM, setelah acara seru, fun dan berkekeluargaan di Semarang beberapa waktu lalu. Alhamdulillah, mepet-mepetin waktu untuk bisa kopdar (baca : kopi darat) dengan blogger Malang, mas Ihwan yang dalam rangka acara kantor bisa mampir ke Yogya. Kebetulan di Jogja sendiri ada beberapa blogger yang sore ini bisa diajak kopdaran. Pertama kalinya ketemu sama mas Priyo pemilik www.anotherorion.com dan mak barbie Riant pemilik www.kulinerwisata.com. Kali ini ditraktir jobreview di d'gejrot kemek.

Ketemu Manda = Wefie

Setelah melewati beberapa percakapan yang panjang dan melelahkan *sampai-sampai HP drop baterenya*, kesepakatan jam ketemuan pun beserta agendanya selesai disusun. Ceritanya panjang mulai dari pinjem hp, sms, ketiduran, sampai detik-detik bisa ketemu di tempat ini, wkwkwkwkwk. Mas Priyo yang sudah standby kapan aja menjeput mas Ihwan, ternyata lebih dulu sampai di d'gejrot kemek di daerah Klebengan. Dan giliran manda ni yang *buta peta* lagi-lagi kesasar susur di wilayah mahasiswa di seputaran UGM. Untunglah, fast response di WA membuat "gadget melancarkan segalanya". Setelah makan dan berbincang serta menunaikan ibadah solat Maghrib, kita meninggalkan lokasi di daerah Klebengan untuk menemani mas Ihwan mencarikan request istri, mba Ivone yang nitip dibelikan kerajinan tangan yang bisa dipakai untuk pernak-pernik fotografi. Waktu yang tersisa hanya tinggal 1,5 jam sebelum kereta membawa mas Ihwan dan rombongan dari stasiun Tugu menuju ke Malang.

Kerajinan Tangan


Keliling Kota Yogyakarta

Mengatur strategi untuk bisa menjangkau jantung kota Yogyakarta di Malioboro. Kerja sama diperlukan untuk bisa menjangkaunya dalam waktu 1,5 jam. Panda yang jam bekerjanya sampai maghrib, bisa mengusahakan motor dan helm pinjaman di rumah mama saya di kota, wkwkwkwkwk. Lalu, mobil atas inisiatif dan kenalan mak barbie tjantik dititip di Kompas Gramedia. Asik asik, tersolusilah pesanan mama Ivone yang diamanahkan ke mas Ihwan.

Hamzah Batik = Mirota Batik

Memasuki Malioboro, memilih tempat parkir dan berjalan di trotoar yang penuh sesak dengan penjual kaki lima yang menawarkan daster batik dan kaos-kaos sebagai cinderamata dari Yogyakarta. Di Hamzah Batik ini, kerajinan tangan bisa dijumpai di lantai dua. Sebenarnya banyak banget yang bisa dibeli di toko ini, ada batik, selendang, sprei, kain, baju, daster, kemeja, pashmina, obat-obat herbal, minuman khas Yogya, dan terutamanya ada kerajinan tangan yang semoga cocok dengan pesanan mama Ivone.

Lagi-lagi, HP mas Ihwan bermasalah dan pesan gambar saya kirim ke mama Ivone melalui WA untuk  memastikan apakah ini pernak-pernik yang dimaksud?

Pernak Pernik Foto

Alas Fotografi

Ternyata oh ternyata, yang dimaksud mama Ivone bukanlah model beginian. Sesuai WA yang diterima, ternyata yang dimaui adalah pernak-pernik dari batok kelapa. Seperti ini yang dikirimkan ke saya.


Taraaaa,,, untung saja Rian sigap dan tahu tempat membeli yang beginian, meluncurlah kita ke Progo. Toko fenomenal sejak jaman saya kecil dan tetap eksist sampai sekarang. Kalau dari Mirota Batik, arah menuju ke Progo bisa digambarkan seperti ini. 

Menghabiskan jalan Malioboro, ketemu titik nol Yogyakarta. Dari benteng Vredenburg, Monumen Sebelas Maret, Bank Indonesia, Kantor Pos, dan Gedung Agung. Jadi inget kalau ngajak mba Rien, pasti akan tahan berlama-lama di sini. Bukan begitu ya mba Rien? hihihihihi. Dan waktu pun memburu kami untuk tidak menepi sebentar karena masih mau mencari titipan mama Aim.

Progo Swalayan

Sesampainya di Progo, kami menuju ke lantai dua. Oh iya, progo yang dibayangkan bukanlah progo jaman baheula ya. Sekarang udah seperti mall ni progo. Eskalatornya pun sudah eskalator seperti di Carrefour #eskalator kekinian. Baiklah, sampai di Progo kita melihat ke pernak-pernik seperti yang dimaksud. Ternyata oh ternyata, mas Ihwan bilang kalau beginian juga ada di Malang. hahahahaha. 

Dawet Geboy

Satu-satunya yang masih tersisa dari foodcourt adalah dawet ayu atau cendol Geboy. Karena sudah haus berputar-putar, marilah kita menikmatinya sambil duduk-duduk menghabiskan waktu. Serunya berputar-putar kota Jogja mengisi waktu sampai akhirnya kereta mas Ihwan harus bersiap berangkat dari stasiun Tugu Yogyakarta. Untung motoran, jadi mas Ihwan bisa turun di sisi depan dari stasiun Tugu. Coba kalau naik roda empat, pasti berpputar-putar stasiun dan telat deh sampai di stasiun. Terima kasih panda dan mak Riant yang sudah menemani kami menghabiskan malam di jalanan kota Yogyakarta.

6 comments:

  1. Fiiuh rasanya ngos-ngosan deh waktu itu, campur aduk antara pengin memenuhi request istri tercinta, nggak enak hati merempongkan kalian bertiga dan takut ketinggalan kereta. Makasih Mbak Ima, Mas Elton dan Mbak Rian atas waktunya, ditunggu main-main di Malang.

    ReplyDelete
  2. Sama sama mas ihwan, gak merepotkan kok..lebih asyik kalau bisa lebih lama kita menikmati jogja dan hunting kuliner mas..lain kesempatan yaaa

    ReplyDelete
  3. Lha kok fotoku gak ada?

    *ke Yogya dulu kali yaaan baru bisa selpih bareng bang Elton-Mb Prima hehehe

    ReplyDelete
  4. tadi abis jumatan aku niatnya mau makan lagi di d'Gejrot ealah tutup #nggerung2

    ReplyDelete
  5. Asyiknya bisa kopdaran ciin

    ReplyDelete
  6. Pernak pernik batok kelapanya unik-unik mbak. Aku suka. Memang bagus utk properti fotografi

    ReplyDelete

Mohon diberi masukan membangun agar kami bisa menyajikan informasi yang lebih berguna bagi para pembaca sekalian. Terima kasih.

Featured post

Uji Kehandalan ZenFone Zoom S di ZenFinity 2017

ZenFone Zoom S ZenFone Zoom S cocok untuk smart traveler , karena menjadi traveler membutuhkan ZenFone Zoom S untuk menemani keseh...

IBX583576234EA4D