Saturday, 8 October 2016

Alternatif Tempat Liburan di Jakarta



Kawasan Ancol

Jakarta, kota metropolitan dan sekaligus ibukota Indonesia. Apa yang terbayang ketika hendak melakukan perjalanan dari daerah ke kota Jakarta? Ya, menuju hingar bingar kota yang penuh sesak dan identik dengan kemacetan. Ya, itulah bayangan yang muncul dikarenakan pemberitaan di media tentang kota Jakarta. Padahal ketika kita berada di kota tersebut, banyak tempat dan jalan yang masih bersahabat untuk dilewati dan tidak jauh beda dari kota tempat saya tinggal Yogyakarta. Memang tidak dipungkiri, sebagai kota metropolitan,  Jakarta tentu berbeda dari kota di daerah. Sebutan, a city that never sleep memang layak untuk Jakarta.


Menikmati Jakarta ala tamasyaku.com, begitulah judul yang Manda pilih kali ini. Ingin mengajak jalan-jalan sahabat tamasyaku ke tempat-tempat yang tidak sekali Manda dan Panda kunjungi ketika mampir ke Jakarta. Kota yang tidak pernah tidur dan menawarkan banyak pilihan tempat untu dikunjungi bersama keluarga dan teman. Apa saja yang bisa dilakukan di Jakarta bersama handai taulan?




Kuliner di Jakarta sangat mudah.

Kota yang identik dengan nasi uduk dan soto betawinya ini memang menawarkan banyak tempat untuk kulineran. Paling aman untuk menikmati kuliner bagi wisatawan adalah di tempat yang bersih dan nyaman. Kalau punya guide orang Jakarta, bisa disuruh mengantar ke tempat-tempat yang menjual kuliner khas Jakarta, seperti : kerak telur. Yang menarik dari nasi uduk khas Jakarta ini adalah bumbu kacang yang ada di nasi uduknya. Kalau di Jogja, ada jual nasi uduk tapi tidak seenak di Jakarta. Kami waktu itu membelinya di penjual nasi uduk yang menyiapkan sarapan untuk warga Jakarta di kompleks perumahan. Dan itu enak banget! Kalau soto betawinya, justru yang di Jakarta belum pernah nyoba tempat yang popular, tapi bisa membayangkan rasanya dari yang kami icip di Jogja. Soto betawi yang dijual di Jogja juga nggak kalah enak dan pas di lidah kami.

Belanja di Daiso

Wisata Belanja di Jakarta

Bagi kami yang tinggal di daerah, belanja online barang-barang untuk membuat bento adalah salah satu solusi. Ketika berkesempatan ke Jakarta, mencari tempat yang bisa "sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui" adalah sebuah peribahasa yang tepat. Janjian dengan teman atau saudara di Mall adalah pilihan yang tidak wasting time ketika berada di Jakarta. Selain menunggu bukan menjadi hal yang membosankan, kita juga berhasil memborong pernak-pernik yang hanya ada di kota besar semacam Jakarta. Entah kenapa juga,  merek dan brand yang popular lebih murah menjual produknya di Jakarta daripada di Yogyakarta. Tidak mengherankan jika gaya hidup konsumtif terlihat di masyarakat Jakarta, meskipun saat ini karena banyaknya Mall di Yogyakarta, gaya hidup masyarakat Jogja juga berubah.

Monas dan Masjid Istiqlal

Monas dan Masjid Istiqlal

Bagi yang bepergian ke Jakarta menggunakan kereta api, turun di stasiun Gambir adalah pilihan yang tepat sekaligus bisa mampir ke masjid Istiqlal dan Monas (Monumen Nasional). Keduanya adalah icon kota Jakarta yang memang layak untuk dikunjungi. Lokasi kompleks masjid ini berada di bekas Taman Wilhelmina, di timur laut lapangan Medan Merdeka yang ditengahnya berdiri Monumen Nasional (Monas). Di seberang timur masjid ini berdiri Gereja Katedral Jakarta. Bangunan utama masjid ini terdiri dari lima lantai dan satu lantai dasar. Masjid ini memiliki gaya arsitektur modern dengan dinding dan lantai berlapis marmer, dihiasi ornamen geometrik dari baja antikarat. Bangunan utama masjid dimahkotai satu kubah besar berdiameter 45 meter yang ditopang 12 tiang besar. Menara tunggal setinggi total 96,66 meter menjulang di sudut selatan selasar masjid. Masjid ini mampu menampung lebih dari dua ratus ribu jamaah.

Cap Tanda Masuk DuFan
 
Gelanggang Samudra

ANCOL dan DuFan, Dunia Fantasi

Kawasan Ancol meninggalkan kenangan yang masih terngiang di benak. Ketika masa kecil berlibur ke Jakarta bersama kedua orang tua adalah saat yang menyenangkan untuk diingat. Sekian kali ke Jakarta karena memang keluarga Papa ada di Jakarta, dan ke Ancol selalu menjadi pilihan saat libur kenaikan kelas. Begitu menginjak remaja, DuFan atau Dunia Fantasi menggoda untuk dicoba dengan sekian banyak wahana yang bisa dijajal bagi kita-kita yang tinggi badannya minimal 110 centimeter. Meskipun hanya 1x naik jet coaster tapi berkesan sekali dalam hidupku. Di saat dewasa ini, kami juga masih berkunjung ke kawasan Ancol untuk sekedar makan siang atau menikmati kota Jakarta yang lebih privacy. 

6 comments:

  1. Pengen ke Dufan n naik Tornado lagi, wuuus. Jakarta biarpun macet tapi kadang ngangenin juga ya Manda.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya makma, karena di kota yang baru adalah sebuah liburan , makanya kita FUN yaaa.

      Delete
  2. Kapan lagi kita maen ke jakarta..gak usah nunggu MRT nya jadi ya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebelum ke Belitung, kan nginap di Jakarta semalam nda. hihihihihi. *kode

      Delete
  3. Entah bagaimana dari dulu sampe sekarang jakarta tetap selalu menjadi tempat yang kurindukan. Mungkin karna jaman kecil dulu sering diajak berlibur ke Jakarta kali ya

    ReplyDelete
  4. dari pengalaman saya merantau ke jakarta, mungkin bisa menambahkan Wisata Mangrove di PIK atau di Taman Mini Indonesia hehehe.. kalau di Dufan, mungkin cocok kalau bawa anak kecil / rombongan keluarga mba

    ReplyDelete

Mohon diberi masukan membangun agar kami bisa menyajikan informasi yang lebih berguna bagi para pembaca sekalian. Terima kasih.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
IBX583576234EA4D