Perjalanan Darat Jogja - Bandung, Enaknya Ngapain Aja?


Bismillah, doa pertama ketika hendak safar. Selain berdoa, menyiapkan mood dengan pakai baju couple juga bikin semangat saat akan bepergian buat Manda Panda. Dan tentunya, menyiapkan kendaraan dalam kondisi baik, Manda biasanya cek dulu ke suzuki untuk servis ringan bilang kalau mau dipakai ke luar kota, lalu yang terpenting ganti wiper mengantisipasi kalau hujan, walaupun ini masih bulan Agustus 2025 kala itu. Waaaahh, latepost sekali ya nulisnya, hahahaha. 



Sejak Manda masih kanak-kanak, Papa dan Mama sudah membiasakan kami untuk berperjalanan luar kota setiap libur, karena hobi papa emang nyetir sendiri (padahal cowok sendiri di keluarga), hahahaha. Terlebih eyang tinggal di Jakarta, jadi setidaknya dua tahun sekali pasti mudik ke Jakarta. Entah kenapa, gudeg yang dimakan di jalan lebih enak daripada saat dimakan di kota Jogja, hahahaha. Bekal nasi gudeg Bu Mur menemani perjalanan Manda Panda kali ini, bismillah.

Beruntung sekali, kami sudah terbantu akses jalan tol dari Prambanan, sehingga perjalanan kami lebih cepat daripada sebelumnya baru masuk di tol Kartasura. Alhamdulillah, terima kasih pajak rakyat Indonesia sudah memfasilitasi pembangunan jalan tol Prambanan. 



Ngemil ngemil ngemil dan nyanyi-nyanyi, demikianlah gambaran Manda Panda kalau menikmati perjalanan jarak jauh, selain Manda ga ketinggalan mengabadikan foto di setiap pengkolan, hahahaha. Sampai kita di gerbang tol Banyumanik, artinya sudah masuk kota Semarang. Karena settingan galeri di HP yang menyertakan tanggal dan jam, maka Manda masih bisa menulis blog dan memperkirakan waktu sampainya. Berangkat pukul 6.40 dan sampai di gerbang tol Prambanan 7.30, waaah ga ada satu jam yaaa untuk mulai masuk tol dari Jogja. Sampai di gerbang tol Banyumanik pukul 8.50. Waaahh, sekarang Jogja Semarang bisa ditempuh dalam waktu 2 jam, yeaaayy! Informasi seperti ini yang Manda bagi di blog, sebagai wawasan untuk pengingat sendiri, dan siapa tahu membantu teman-teman untuk mencari informasi berapa lama perjalanan darat dari Jogja ke Semarang melalui tol?


Sambil ngecek isi e-toll, Manda juga penasaran dari gerbang tol Prambanan sampai gerbang tol Banyumanik, berapa biaya yang dikeluarkan? Ternyata, 156,000 rupiah untuk sekali jalan Prambanan - Banyumanik. Tenang kalau e-toll aman, dan kita lanjut ngemil yaaaa.. Oiya, tidak lupa bawa kopi POINT yang bikin perjalanan makin asyik. Menyengaja beli kopi POINT hanya kalau bepergian darat, jadi ada sensasi istimewa saat menikmatinya. Inilah liburan versi kami. Alhamdulillah.


Lewat gerbang tol Kalikangkung dan mulai siap-siap untuk mencari rest area, karena Manda udah mulai tantrum, wkwkwkwkwk. Entah kenapa ya, perjalanan darat buatku selalu terasa membosankan karena waktu tempuhnya yang lama. wkwkwkwkwkwk. Akhirnya berhenti di rest area yang belum pernah kita coba, dan ternyataaaaa aku terpesona pada TOILETnya yang SUPER BERSIH.



Lihat juga : Toilet Rest Area 389B arah dari Jogja TERBERSIH versi Manda


Cara Panda untuk mengatasi tantrumnya Manda adalah dengan mengajak jalan menuju ke toilet, foto-foto di seputar rest area dan lalu kembali ke mobil dengan hati yang riang. Memang, duet Pisces-Cancer membuat kehidupan rumah tangga kami menyenangkan, masyaAlloh Tabarakallah, semoga Alloh senantiasa jaga. Aaamiin YRA.


Yeaaayy! Siap melanjutkan perjalanan lagi, melewati jembatan merah yang terkenal di perbatasan Pekalongan - Batang, dan menjadi foto yang tak pernah terlewat untuk Manda. 


Mulailah, sopirnya juga mulai blangkemen, apa ya bahasanya? Jadi kayak udah monoton nyetir jadi butuh olahraga mulut supaya tidak bosan. Memang diakui bahwa nyetir di tol itu MEMBOSANKAN, makanya kudu ada hiburan, teman ngobrol, dan menjaga stamina supaya tidak microsleep yang kadang membahayakan saat menyetir sendiri di jalan tol.



Cemilan kudu siap yaaa! Biar hati selalu bahagia karena usus tidak berhenti bekerja, wkwkwkwkwkwk.



Cuaca yang tidak bisa diprediksi ketika kita berperjalanan, pada 13 Agustus 2025 sudah hujan dan deras, sehingga ganti wiper memang solusi kan yaaa. Karena hujan yang super deras, sehingga jarak pandang kami juga pendek, kami memutuskan untuk berhenti di rest area terdekat, selain untuk menunaikan ibadah solat dhuhur dan ashar sekaligus untuk menanti hujan sedikit mereda.



Senangnyaaa ketemu rest area bagus, langsung googling, Masjid Raya Bang Haji berada di Rest Area KM 164 B Tol Cipali, Majalengka, Jawa Barat, yang menjadi fasilitas utama untuk istirahat spiritual pengguna jalan tol, menawarkan kenyamanan dengan desain modern dan fasilitas lengkap termasuk area anak serta difabel, dan dibuka setelah selesai pembangunan akhir tahun 2024 lalu. Silakan informasinya ya kalau mau mampir, solat dan kulinernya banyak di sini.


Kalau dari Jogja, senang karena sudah ada tol Prambanan, demikian pula menuju ke Bandung sudah ada tol Cisumdawu Utama, sehingga kita ga perlu masuk dari tol Cikampek dan lalu memutar untuk sampai ke Bandung. Alkhamdulillah, Alloh mudahkan semuanyaaa. Tapi tetap saja, ga sesuai dengan gmaps yaa, hahahaha. Sewaktu berangkat, Manda udah seneng banget karena menurut gmaps kita akan sampai di  Bandung dalam waktu 5 jam, namun pada kenyataannya, sampai di gerbang tol Cisumdawu baru pukul 13.00, yang artinya 6,5 jam sudah perjalanan dari Jogja, wkwkwk. Prediksi waktu tempuh di gmpas belum tentu benar yaa sodara!



Karena tol baru, Manda masih excited menikmati perjalanan, walau melihat ada awan hitam menggantung di depan, tapi tetap bisa asyik menikmati perjalanan. Terima kasih Panda, memberiku kesempatan untuk melihat banyak tempat di belahan dunia ini. Semoga Alloh selalu menjaga kita ya, aamiin YRA.


Yeaayy! Sampailah kita di gerbang tol Cileunyi, masuk Bandung! Alhamdulillah, sampai di BANDUNG pukul 13.45. Jadi total perjalanan dari Jogja sampai tol masuk CILEUNYI kurang lebih 7 jam yaaa.


Nantikan lanjutan ceritanya yaaa, kami menginap di de Braga, tepat di jantung kota Bandung.


No comments

Terima kasih sudah meninggalkan jejak komentar di www.tamasyaku.com. Fast response, silahkan email ke suryani19ep@gmail.com ya. Mohon maaf untuk moderasi komentarnya. Salam, Manda