Monday, 14 December 2015

Bersahabat dengan Nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia

Nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia
Eliminate Dengue Project


Siang ini blogger Jogja mendapat undangan dari insektarium Eliminate Dengue Project (EDP) di Bulaksumur, Yogyakarta. Undangan sosialisasi seputar  metode Wolbachia untuk menekan angka penularan virus dengue yang menyebabkan demam berdarah. Saya sebagai blogger yang awam dengan dunia pernyamukan, sangat antusias mendengarkan penjelasan dari mba Bekti dan pak Warsito tentang upaya menekan penularan virus demam berdarah dengan metode Wolbachia yang dilakukan oleh EDP-Yogya. Penjelasan siang hari ini sarat manfaat dan memperoleh informasi baru mengenai Nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia yang diharapkan mampu menekan angka pasien demam berdarah di Yogyakarta.

Nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia
Nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia

Berawal dari bulan Juli 2011, Eliminate Dengue Project (EDP) memulai kolaborasi dengan Yayasan Tahija (YT) dan Universitas Gadjah Mada untuk menguji metode pengendalian demam berdarah dengan menggunakan Wolbachia. Tahap pertamanya dimulai dengan kegiatan sosialisasi kepada warga setempat dan juga pengumpulan data nyamuk dari lapangan untuk menentukan daerah penelitian. Kegiatan pembiakan nyamuk juga telah dimulai. Dengan persetujuan masyarakat dan ijin dari pemerintah, tahap keduanya berupa penyebaran nyamuk dalam skala terbatas bisa dilanjutkan pada tahap kedua.

Nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia


Nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia
Nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia

Apa itu Wolbachia?

 Wolbachia adalah bakteri alami yang terdapat di dalam 60% sel serangga, hanya saja bakteri ini tidak terdapat di dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti. Melalui sebuah penelitian, apabila Wolbachia tersebut dimasukkan ke dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti berefek positif karena Wolbachia mampu memblok virus dengue di dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti. Dari penjelasan team EDP-Yogya untuk orang awam seperti saya, teknik Wolbachia untuk menekan penyebaran virus dengue AMAN untuk dikembangkan.

ber-Wolbachia
Teknologi Wolbachia

Teknologi Wolbachia

Wolbachia pertama kali diteliti pada nyamuk Culex pipiens pada tahun 1920-an. Penelitian selama bertahun-tahun untuk menunjukkan bukti bahwa metode Wolbachia terbukti aman bagi manusia dan lingkungan. Para peneliti di Australia berhasil memindahkan Wolbachia dari lalat buah ke nyamuk Aedes aegypti pada tahun 2008. Bakteri ini terbukti menghambat perkembangan virus dengue pada nyamuk, dimana virus dengue itulah yang menyebabkan demam berdarah. Proyek Eliminate Dengue ini melepaskan nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia di pemukiman penduduk di Australia, Vietnam dan Indonesia. Proyek ini diperuntukkan menguji potensi Wolbachia dalam mengurangi penderia demam berdarah.

Nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia
Teknologi Wolbachia

Wolbachia yang dimasukkan ke dalam tubuh nyamuk Aedes Aegypti akan menghambat replikasi virus dengue di tubuh nyamuk Aedes aegypti. Jika virus dengue tidak dapat berkembang, maka virus tersebut tidak dapat ditularkan kepada manusia. Oleh karenanya, jumlah penderita demam berdarah bisa ditekan dan mengurangi resiko kematian karena tertular demam berdarah.



Aedes aegypti ber-Wolbachia
Nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia

Di dalam insektarium EDP ini, terdapat dua laboratorium, yaitu : Field Entomology Labooratory dan Mosquito Rearing Unit. Pada saat kunjungan ke laboratium insektarium EDP, kami melihat langsung dari dekat seperti apa penerapan teknologi Wolbachia ini, mulai dari penangkapan nyamuk, penetasan jentik nyamuk, memberi makan nyamuk, budidaya nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia, menghitung popoulasi nyamuk aedes aegypti di daerah penelitian dan semoga hasil yang diperoleh dari teman-teman di EDP bisa optimal dan memuaskan sehingga bermanfaat untuk kita semua agar terhindar dari penularan demam berdarah yang masuk kategori penyakit yang mematikan jika telat penanganan.

Nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia
Ternak Nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia

Berkunjung ke insektarium dan melihat proses yang dilakukan teman-teman di EDP-Yogya yang patut diacungi jempol karena mengupayakan sebuah penelitian yang akan bermanfaat bagi kita semua. Penelitian EDP-Yogya dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada dan didanai oleh Yayasan Tahija. Penelitian ini mendapat dukungan sepenuhnya dari pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.Kegiatan penelitian di Indonesia dimulai sejak tahun 2011 dengan  melakukan studi kelayakan dan keamanan metode Wolbachia di Yogyakarta. 

Yogyakarta dipilih sebagai kota penelitian metode Wolbachia karena tingginya angka penderita DBD (demam berdarah) yang lebih dari 55 kasus per 100,000 orang.


Penelitian Wolbachia di Indonesia dilakukan dalam beberapa tahap dengan hasil penelitian sebagai berikut :

  • Fase 1 (Oktober 2011 - September 2013). Wolbachia secara umum ditemukan pada serangga liar yang hidup di Yogyakarta. Wolbachia pada Aedes aegypti yang dikembangkan oleh EDP-Yogya secara genetis sama dengan Wolbachia yang ditemukan secara alami di banyak serangga liar di Yogyakarta. Nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia lokal yang akan dilepas secara genetik sama dengan nyamuk Aedes Aegypti liar yang ada di wilayah penelitian, yaitu Kronggahan dan Nogotirto, serta Singosaren dan Jomblangan. Di laboratorium, Wolbachia terbukti mampu menghambat perkembangan virus denguepada nyamuk Aedes aegypti lokal.

Nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia
Nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia
  • Fase 2 (Oktober 2013 - Desember 2015). Pelepasan skala terbatas nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia di daerah penelitian. Setelahnya dilakukan pemantauan dan evaluasi, apakah Aedes aegypti lokal mampu berkembang biak menjadi nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia. Selanjutnya, jika penelitian pada tahap 2 mampu membutikan bahwa nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia dapat berkembang biak secara alami di 4 lokasi tersebut, maka dilanjutkan pada fase 3.
  • Fase 3, Pelepasan nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia dalam skala luas.
Nah, berikut ini laporan pandangan mata saya sewaktu berkunjung di insektarium EDP-Yogya.

nyamuk
Budidaya Nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia

Di dalam penangkaran nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia terdapat ember-ember yang dipergunakan untuk menetaskan telur nyamuk menjadi jentik-jentik dan akhirnya menjadi nyamuk Aedes aegypti yang ber-Wolbachia. Yang menarik dalam kegiatan pembudidayaan nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia ini adalah para volunteer yang bersedia menyumbangkan darahnya untuk dihisap oleh nyamuk betina. Saya juga baru tahu bahwa nyamuk betina membutuhkan protein dari darah manusia untuk bertelur. Sedangkan nyamuk jantan membutuhkan air gula untuk makanannya. Para nyamuk ini dimasukkan dalam sebuah kotak strimin yang diberi makan oleh orang-orang sehat yang selalu dipantau kesehatannya dari sebuah tabel yang harus diisi sebelum memberi makan nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia.
Pemberi Makan Nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia

Dengan didampingi oleh teman-teman di EDP-Yogya, saya melihat bagaimana proses identifikasi nyamuk yang berasal dari lapangan, menghitung prosentase nyamuk bisa dan nyamuk Aedes aegypti yang tertangkap perangkap, menghitung prosentase nyamuk Aedes aegypti dan nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia.

Menghitung Prosentase Nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia

Setelah mendengarkan paparan dari pihak EDP-Yogya, bahwa dalam kurun waktu sekarang, jumlah nyamuk Aedes aegypti yang ber-Wolbachia telah menunjukkan pertumbuhan dengan angka yang menggembirakan. Yeaaayy, ikut bahagia! Semoga Indonesia bisa terbebas dari nyamuk Aedes aegypti yang mengancam nyawa.

Nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia
Laporan Perkembangan
 
Tentunya, harapan EDP dengan semakin berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegypti berWolbachia secara alami di daerah-daerah penelitian adalah menurunnya angka penularan virus dengue yang menyebabkan demam berdarah di daerah tersebut.

Nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia
Bersahabat dengan Nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia

Bersama Nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia, kita wujudkan Indonesia yang bebas demam berdarah!

Eliminate Dengue Project
Eliminate Dengue Project

Sukses selalu buat EDP-Yogya! Ditunggu kabar gembiranya ya!

43 comments:

  1. wah ulasannya mantap mbak ima

    ReplyDelete
  2. asyekkk mantep. Semoga Indonesia bisa nyamuknya semua ber Wolbachia ya, jadi minim virus Demam Berdarah

    ReplyDelete
  3. Semoga indonesia bebas Dari dengue, Aamin. DOA mantan korban keganasan dengue.

    ReplyDelete
  4. Semoga indonesia bebas Dari dengue, Aamin. DOA mantan korban keganasan dengue.

    ReplyDelete
  5. Dbd emang bikin parno mak,

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak, bisa lebih dari 1x kenanya

      Delete
  6. musim ujan gini mulai waspada demam berdarah ya mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener mak.. dan dari penjelasan kemarin, semua obat nyamuk hanya berpotensi membuat pingsan nyamuk saja..

      Delete
  7. Sukses buat edp, smg makin banyak masyarakat yang mengetahui ilmu ini dengan baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, semoga lancar yaa...

      Delete
  8. Ilustrasinya kece ya mak. Semoga penelitian ini tetap lancar sampai tahap-tahap selanjutnya. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. ilustrasi yang ada foto akunya ya.. hihihihihihi.. mamacii ibu ais..

      Delete
  9. Suka banget sama tulisan manda. Yang serius serius tetep kebacanya enakk :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih aya sudah mampir... semoga manfaat yaa...

      Delete
  10. Pingin banget tahu penelitiannya secara langsung. Pasti luar biasa

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah, kita aja nggak bisa masuk beramai-ramai mba nisa.. takur nyamuknya terganggu.. hihihihihi

      Delete
  11. Terus what should we do now, Manda? Terus nyamuk ber-wolbachia itu akan dibudidayakan apa gimana? Nda malah gagal fokus sama bentuk nyamuknya yang lucuuuuuuuuuuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. mendukung dan mendoakannya rinda..

      Delete
  12. ya ampuun, ga kebayang ya ternakin nyamuk :D.. tapi semoga penelitiannya bisa berhasil.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa geli geli gimana ya...

      Delete
  13. Kita semua berharap Jogja, Indonesia, dan tiap daerah yg endemik dengue di dunia ini segera BEBAS DBD. Thanks to EDP. Trims sudah berbagi, Mak Prima. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama sama mba phie.. semoga sukses ya EDP-Yogya!

      Delete
  14. joss tenan mak , panjang banget tulisannya wkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. banyak yang ingin dishare ni mas... biar pada mendukung ternak "nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia"

      Delete
  15. Mak Prima ini selfia mulu xixixixixi. Tapi keren bgt EDP Jogja. Gak rugi dah saya meluangkan waktu buat ke sana. Dapat ilmu dan pengalaman :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. aw aw aw arintaaa.. sini deket-deket saiah, nanti kejepret terus selfie, hehehehehe...

      Delete
  16. waah keren ih para scientist inih...serasa lg nonton/baca cerita fiksi ilmiah yaaks

    ReplyDelete
  17. harus menjaga kebersihan biar terbebas dri nyamuk inih..

    ReplyDelete
  18. Menjaga lingkungan itu lebih baik mak, selain itu rajin memakan sayuran yang mengandung zat besi.

    ReplyDelete
  19. Lengkap sekali infonya mbak

    ReplyDelete
  20. seeeek mantap.... #indonesia tanpa dbd!!!

    ReplyDelete
  21. walaupun tidak pernah terkena demam berdarah, tetapi tetap harus waspada terus..

    ReplyDelete
  22. thanks informasinya ya...bisa menambah wawasan saya

    ReplyDelete
  23. bagus nih, smoga aja indonesia bebas demam berdarah

    ReplyDelete
  24. wah, lebih dari cukup informasinya mba. Semoga keluarga kita bisa terlindung dari penyakit yang ditimbulkan oleh nyamuk. Bersihkan halaman rumah intinya mah hehe

    ReplyDelete
  25. Keren ya konsepnya. Ternyata demam berdarah itu disebabkan oleh virusnya bukan nyamuknya.

    ReplyDelete

Mohon diberi masukan membangun agar kami bisa menyajikan informasi yang lebih berguna bagi para pembaca sekalian. Terima kasih.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
IBX583576234EA4D