Sunday, 20 August 2017

Bhumi Merapi, Tempat Wisata Ramah Satwa dan Anak di Yogyakarta

Kecerdasan Emosional

Halo sahabat tamasyaku, tamasya atau liburan identik dengan kegiatan di luar rumah. Cara belajar yang menyenangkan bagi anak-anak karena bertemu dengan objeknya langsung. Siang ini, kami menyempatkan untuk tamasya ke daerah utara, ke Bhumi Merapi. Sebuah objek wisata kekinian yang memberikan sensasi belajar mengenal satwa dengan cara yang ramah. Sekaligus melatih kecerdasan emosional Piki mengenal satwa dan melatih emosinya.

Bhumi Merapi berada di Jogja sebelah utara, di daerah Pakem, Yogyakarta. Menuju ke jalan Kaliurang dan mengambil rute ke utara menuju ke Kaliurang. Harga tiket masuknya berlaku untuk anak-anak di atas 3 tahun, sebesar 20,000 rupiah. Jenis satwa yang bisa dijumpai di Bhumi Merapi ini beragam, mulai dari pintu masuk ada kelinci, ular dan reptil, ikan, kambing, domba, dan kuda. Semua satwanya ramah anak dan tempatnya yang luas membuat nyaman kami untuk mengajak serta anak dan keluarga berlibur di sini.

Bepergian dari kota Jogja di akhir pekan memang memakan waktu, kurang lebih 1 jam baru bisa sampai ke objek wisata Bhumi Merapi. Tentunya, sepanjang perjalanan, Piki sudah belajar banyak hal tentang kecerdasan emosional. Bagaimana dia mengatasi rasa bosan di dalam kendaraan dan bagaimana dia meredam rasa penasarannya tentang berapa lama lagi sampai ke objek wisata.

Ya, demikian kami mengajarkan tentang emosi kepada Piki. Pengalaman bertamasya membuat Piki (4y11m) mulai bisa lebih mudah beradaptasi dengan perjalanan. Selama bekal makanan, minuman dan Pokemon di andorid siap, dia akan nyaman dan menikmati perjalanan.

Apa saja aktivitas yang bisa dilakukan di Bhumi Merapi?

1. Foto di tempat instagramable


Banyak tempat instagramable bernuansa alam pedesaan di Bhumi Merapi. Kita bisa memanfaatkannya menjadi objek foto keluarga atau mengambil gambar anak sepuas hati di banyak tempat di Bhumi Merapi ini. Siapkan memory card untuk bisa menampung semua gambar hasil jepretan seru selama di Bhumi Merapi ya.

Lorong Kelinci
Bagi kita, melewati terowongan adalah hal yang biasa. Namun ternyata, bagi Piki, melewati terowongan menuju ke kandang kelinci adalah sesuatu yang membuatnya excite! Senangnya mengajak Piki bertamasya ke tempat yang ramah anak seperti ini.

2. Mengenal Kelinci


Sesampainya di rumah kelinci, Piki melihat banyak kelinci yang melompat-lompat di area kandang kelinci. Mengejar kelinci, melihat lubang persembunyian kelinci, dan mengelus bulu halus kelinci adalah cara dia belajar menyayangi kelinci sebagai bagian dari membentuk kecerdasan emosionalnya, terutama emosi gemas.

3. Mengenal Ular


Siapa yang berani seperti Piki? Hayo hayo.. Saya pun cemas sebenarnya ketika melihat Piki mulai masuk ke kandang ular. Tapi berhubung Panda sudah melarang saya untuk tidak menakut-nakuti Piki, sayanya diam pegang kamera smartphone saja dan mengabadikan gambar.

Memang ya, anak laki-laki saat berada di luar rumah, CSnya sesama laki-laki. Walhasil, sayanya mlongo heboh saat Piki percaya diri foto dengan gaya yang seperti di atas. hahahaha. Sebuah pelajaran untuk saya bahwa benar, anak kecil itu putih seperti kertas, tidak ada cemas dan takut, hanya kita saja yang kadang kita yang membuatnya mengikuti jejak cemas dan takutnya ala orang dewasa.

4. Memberi minum susu ke kambing


Semua hal dicoba, bertemu dengan satwa yang ramah pengunjung, di setiap kandangnya ada pawang yang siap membantu pengunjung jika terjadi sesuatu. Sampailah kita ke kandang kambing, di sini kita bisa menyusui kambing dengan dot. Satu dot harganya 5,000 rupiah dan sensasinya menyenangkan. 

5. Memberi makan ke domba


Pelajaran mengenal satwa yang dibarengi dengan membentuk rasa welas asih kepada binatang ternak, diwujudkan dengan mengelus binatang dan memberi makan domba ini. Ternyata, membentuk kecerdasan emosional anak bisa dilakukan dengan riang gembira. Bersyukur punya Piki yang bisa mengajari banyak hal ke Manda dan Panda supaya terus belajar membawa serta Piki tamasya dengan nyaman.

7 comments:

  1. Next destination nih, barusan jg abis plesiran di kaliurang. Skg byk objek wisata baru disana ya....

    ReplyDelete
  2. mandaaaa....kalo ke jogja ajak ke sini yaaaa :)

    ReplyDelete
  3. wah skarang bhumi merapi udah banyak berubah nih, jadi lebih kece. dulu blm ada terowongan kelinci juga

    ReplyDelete
  4. Mbaak itu ularnya jinak ya? Tapi sumpah ya klo aku tetap akan melarangnya. Hiiiii...
    Btw enak ya bisa dekat dg binatang langsung. Biasany kan klo tempat wisata satwa cuma liat dr jauh aja.

    ReplyDelete
  5. Duh.. Piki.. pemberani banget, yak. Kalo saya jadi Manda, udah gak berani liat tuh saat Piki pegang dan gendong ular. Apalagi motoin. Says takuttt sama ular :D

    ReplyDelete
  6. Wah tempat yg harus dikunjungin nih ek Yogya. Anak2 kebetulan suka hewan2, tapi emaknya gak mau ajak ke ular2, skip aja yg itu haha

    ReplyDelete
  7. Widih, Piki kok wani kalungan ulo ngono kuwi? Saya udah tuwir gini aja masih suka jingkrak-jingkrak sendiri kalo lihat hewan satu itu. Hihihi. Mana besar pula segitu. JInak sih, tapi namanya parno ya gimana ya :)

    Btw, ini cocok banget ya buat wisata keluarga buat yang punya anak kecil. Ngelatih anak interaksi dengan alam dan hewan-hewan, jadi anak lebih peka pada lingkungan dan alam sekitarnya. Dan di daerah berhawa dingin pula, cocok banget buat nginep, pagi-pagi naik ke Kaliurang liat Merapi.

    ReplyDelete

Mohon diberi masukan membangun agar kami bisa menyajikan informasi yang lebih berguna bagi para pembaca sekalian. Terima kasih.

Featured post

Uji Kehandalan ZenFone Zoom S di ZenFinity 2017

ZenFone Zoom S ZenFone Zoom S cocok untuk smart traveler , karena menjadi traveler membutuhkan ZenFone Zoom S untuk menemani keseh...

IBX583576234EA4D