Pentingnya Gigi yang Sehat Saat Traveling



Gigi yang sehat adalah kunci nyaman bepergian.

Halo sahabat tamasyaku, jumpa lagi kita di jelang musim penghujan di kotaku. Kali ini tergelitik akan membahas tentang pentingnya gigi yang sehat saat akan traveling. Beberapa artikel di tamasyaku.com menuliskan tentang persiapan yang dilakukan saat traveling, di situ tertulis banyak hal yang harus dibawa. Malah yang kepikiran adalah membawa peralatan obat-obatan pribadi dan menjaga kesehatan fisik selama sebelum liburan sampai hari H. Tentunya kita tidak terpikirkan menjaga gigi yang sehat saat mau traveling.

Jadi ceritanya, 

Beberapa waktu lalu Manda berencana untuk bepergian ke daerah dingin, sebutlah Dieng. Beberapa waktu yang lalu juga, ada gigi yang bagian tambalannya lepas, dan saya acuhkan. Ternyata mengacuhkan masalah gigi adalah sebuah kesalahan besar kalau mau traveling di tempat dingin.

Sore itu semuanya baik-baik saja, sampai tibalah saatnya gosok gigi. Mungkin hawa yang dingin membuat tulang gigi menjadi lebih sensitif dan akibatnya ke syaraf gigi. Maaf, karena bukan dokter gigi, saya hanya mengira-ira karena memang rasa sakit gigi itu mak cleng menuju ke kepala. Saat berkumur, air dingin membuat gigi yang bolong bereaksi dengan cepat, alhasil sakit bangetnya sampai kaget sendiri dan buru-buru membuang airnya, dan lalu memijat bagian luar gusi yang tiba-tiba nyut-nyutan.

Lantas apa yang dilakukan pertama kali pada penderita sakit gigi saat traveling?

1. Berkumur air garam hangat.

Banyak alternatif yang bisa dilakukan untuk memberi pertolongan pertama pada sakit gigi saat tidak ada dokter gigi yang stand by. Salah satunya dengan meminta garam dan air hangat, lalu berkumur dengan air garam. Biasanya cara ini mujarab kalau gigi yang bolong kemasukan makanan manis dan lalu tiba-tiba jadi sakit.

2. Membalurkan obat gosok di syarat luar gusi sampai ke leher.

Membalurkan obat gosok dan lalu memijat ringan ke urat syaraf sampai ke leher atau belakang telinga juga lumayan merelakskan. Terlebih kalau sakitnya dipicu oleh sesuatu seperti air dingin yang barusan Manda alami. 

3. Minum obat yang mengandung pereda rasa nyeri. 

Kalau sekian menit tidak ada efek berkurang apa-apa, kalau Manda meminum obat pereda rasa nyeri. Biasanya lumayan bertahan 6-8 jam untuk menahan rasa sakitnya. Kalau tidak membawa obat sakit gigi seperti ponstan, Manda biasanya menggunakan paracetamol atau decolgen. 

Dari ketiga tips mengatasi sakit gigi saat traveling, ketiganya hanya memberikan solusi sementara. Menjaga gigi yang sehat saat akan traveling adalah dengan pergi ke dokter gigi jika ada masalah pada gigi. Semoga kita semua dihindarkan dari sakit gigi saat akan liburan ya!

No comments

Terima kasih sudah meninggalkan jejak komentar di www.tamasyaku.com. Fast response, silahkan email ke suryani19ep@gmail.com ya. Mohon maaf untuk moderasi komentarnya. Salam, Manda