Showing posts with label kenangan. Show all posts

7 Alasan Kangen Jogja

Walau kini kau t'lah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Ijinkanlah aku untuk s'lalu pulang lagi
Bila hati mulai sepi tanpa terobati


Lirik lagu Yogyakarta yang dipopulerkan oleh Katon Bagaskara seakan memang menggambarkan Yogyakarta dari sisi mereka yang pernah ke Yogyakarta. Bagi kami yang tinggal di Yogyakarta sedari lahir, mungkin tidak bisa seperti kalian merasakan unik dan cantiknya kota kami ini. Hal yang sekarang baru kekinian adalah foto di Tugu Jogja *perasaan saya 30 tahun di Yogyakarta, belum pernah punya foto di Tugu* Padahal kalau jalan pagi di car free day ya sampai Tugu dan mungkin entah berapa ribu kali lalul lalang melewati Tugu Jogjakarta.

ANGKRINGAN
Angkringan KR

Tujuh Alasan Kangen Suasana Jogja

  1. Jalan Malioboro
  2. Lesehan, Angkringan dan Kopi Jos
  3. Transportasi : Becak dan Delman
  4. Oleh-oleh : Segala sesuatu tentang Batik
  5. Tugu dan Titik Nol Kilometer
  6. Makanan khas : Gudeg, Bakpia, dan Yangko 
  7. Keramahan warga Jogja *senyum*
Segala hal tentang JOGJA itu adem ayem. Ya, Jogja yang ISTIMEWA. Salah satu yang menjadi khasnya kota JOGJA adalah MALIOBORO. Yuk, kita ulas tentang apa saja yang ada di sepanjang jalan dari TUGU sampai TITIK NOL KILOMETER yang kita lewati adalah Jalan P. Mangkubumi, rel kereta api dan Jalan Malioboro. Bahasan kita kali ini tentang : angkringan yaaa...

Angkringan 

Aneka Macam Lauk

Separuh Usia Manda Bersama Panda

Bercerita tentang sebuah hal yang telah terjadi adalah kenangan. Hidup di masa sekarang, pastinya telah melewati berbagai cerita di masa lalu. Cerita yang melengkapi potongan-potongan cerita untuk masa depan. Mengabadikan setiap cerita di dalam sebuah tulisan agar suatu saat kita masih bisa mengingat, bahwa ada perjalanan yang panjang yang telah kita lalui.

Bertemu,
Berteman,
Saling mengenal,
Saling menyayangi,
Menikah,
Berbagi kehidupan,
Menua bersama,
Menutup Mata.

Perjalanan sebuah pernikahan adalah perjalanan panjang yang kalau dinikmati tidak terasa panjang menjalaninya. Setiap pagi dan setiap malam masih bisa bertemu, demikian setiap harinya sampai suatu saat kita tidak bisa bertemu lagi untuk selama-lamanya. Satu untuk selamanya.

19 September 1998

Kalau ditanya yang paling setia itu siapa? Jawabannya : kamera.

Prosesi Midodareni Adat Jawa dan Catur Weda

MIDODARENI
Juli 2008

Setelah acara SIRAMAN yang dilakukan di rumah masing-masing kedua calon pengantin. Prosesi selanjutnya adalah Malam Midodareni. Maknanya pihak CPP datang ke rumah CPW untuk memeriksa kebenaran wanita yang hendak dinikahinya esok pagi.

Sedikit modifikasi untuk acaranya diisi pengajian oleh Ust. Rusli dari Masjid Syuhada dan Bpk. H. Hasan Basri untuk memberikan nasihat perkawinan. Dan CPW diperkenankan ikut menikmati makan malam. Kami bisa saling memandang dan tersipu malu bahwa esok pagi akan menjadi sepasang suami istri. he he he ...

Rabb, terima kasih untuk jodoh yang Kau kirimkan untukku ...
Acara malam midodareni biasanya sekaligus dilengkapi dengan SESERAHAN yang merupakan tanda sayang pihak CPP kepada pihak CPW dan nantinya pihak CPW juga membalas dengan menitipkan buah tangan atau angsul-angsul kepada pihak CPP.
Pihak WO Bunga Kinasih telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan sangat cantik. Didukung catering LARAS yang memberikan buah tangan berupa Lasagna dan Ayam Kodok, hm... 

Acara selanjutnya, pihak CPW dijemput oleh ibunda CPP dan simbah untuk diajak duduk bersama. Mendengarkan wejangan perkawinan dan menikmati makan malam merupakan acara pungkasan malam midodareni. Kalau yang ini sebenarnya tidak diperbolehkan biar tetap menjadi rahasia esok pagi. Tapi yaaa... gimana lagi, udah kangen.. *_*


Sebelum acara pamitan, ayah CPW membacakan CATUR WEDA yang merupakan wejangan seorang ayah menitipkan anak perempuannya kepada laki-laki yang akan menjadi suaminya. 



Penasaran apa wejangan ayah kepada menantu laki-laki dalam CATUR WEDA?

Pertama,
Ananda akan menjadi  pendamping anak saya, maka segala sikap, ucapan, dan perbuatanmu harus menunjukkan sebagai seorang yang telah dewasa. Baik kamu maupun istrimu jangan seperti saat masih bujangan. Kalian berdua nantinya sudah saling memiliki sehingga masing-masing harus bisa menjaga kehormatannya.

Kedua,
Berbaktilah selalu kepada kedua orang tuamu, karena merekalah yang telah mengukir jiwa raga maupun hidupmu dengan kasih sayang yang tak terhingga. Begitu juga yang sebaiknya kalian lakukan terhadap anak-anakmu kelak, sehingga anak-anak kalianpun bisa taat dan patuh kepada kedua orang tuanya.

Ketiga,
Hidup di tengah-tengah masyarakat yang sangat majemuk, kalian berdua harus bisa menjaga diri dan bisa memegang teguh segala ketentuan yang ada. Kalian harus bisa bergaul dan menyatu dengan masyarakat di sekelilingmu.

Keempat,
Agama adalah pedoman kehidupan. Ibarat berjalan di tempat yang gelap, seseorang perlu penerang. Agar kalian bisa hidup di jalan yang benar, tentram lahir bathin, laksanakan segala perintah Alloh SWT dan jauhi larang-laranganNya. Dengan keluarga yang rukun dan bahagia, ini sama artinya kalian telah menjunjung tinggi nama baik keluarga, bangsa dan negara.

Yogyakarta, 5 Juli 2008
Orang tua-mu

Alhamdulillah semua proses malam hari ini berlangsung khidmat lancar dan sukses. Tunggu besok pagi yaaa.. Konon kabarnya kalau ingin kelihat manglingi pada saat ijab maka calon pengantin tidur setelah jam 12 malam, he3x ... Tapi buat aku sendiri, karena terlalu capek mengikuti rangkaian acara hari ini maka jam 11 malam aku sudah terlelap. Sedikit tips agar terlihat segar esok paginya, jangan lupa mengompres mata ya? 
Selamat melanjutkan mengikuti kisah bahagia kami ...
ima-ep