"Fotoin pake handphone aja biar bisa langsung upload ke media sosial" "Foto instagram bisa kece begitu pakai kamera smartphone apa?" "Widiiw kamera smartphone bisa bikin foto bokeh kece begitu ya!" "Apa? Kamera depan 24MP dan bisa bokeh?" "Butuh kamera smartphone yang friendly saat lowlight"
Pernah kah mendengar potongan dialog dari sebuah percakapan seperti di atas?
Gazebo di Pulau Pasir Timbul aka Pulau Pasir Burung
Merencanakan liburan ke Pulau Belitung, jangan lupa memasukkan Pulau Leebong dalam daftar tempat wisata yang harus sahabat tamasyaku kunjungi. Untuk bisa menuju ke Pulau Leebong, cukup menuju ke dermaga Tanjung Ru yang kurang lebih ditempuh selama 1,5 jam dari bandar udara Tanjung Pandan, HAS Hanandjoeddin.
Makna quote di atas adalah bahwa jodoh itu harus saling melengkapi agar bisa bermanfaat. Pernah melihat kamera saja tanpa lensa atau lensa kamera saja tanpa kamera, apa yang terjadi? Tentunya punya kamera saja atau punya lensa saja tidaklah menjadi sesuatu yang bisa berguna untuk orang lain. Nah, sama halnya dengan jodoh, jodoh dalam hal apapun pastinya menjadi sesuatu yang bermanfaat. Seperti halnya saat kita merencanakan traveling seperti di musim penghujan seperti ini. Apa tipsnya agar liburan akhir tahun berjalan lancar di saat bulan Desember masih tergolong bulan dengan curah hujan yang tinggi.
Favehotel, siapa sih yang tidak kenal atau belum pernah mendengar tentang Favehotel, tentunya para pembisnis, para traveler sudah kenal dengan kata Fave. Ya, pagi ini kita merencanakan untuk breakfast di Favehotel Kusumanegara. Kenapa memilih Favehotel di bilangan kusumanegara? Ya, dekat dengan pusat kota Yogyakarta. Kebetulan juga kami dipersilahkan untuk melihat beberapa tempat di hotel ini, dan memang kesan ceria dan segar hampir di semua sudut dari hotel ini.
Halo sahabat tamasyaku, menjadi blogger adalah sebuah hobi yang bisa beralih menjadi profesi.
Blogger terbiasa menuliskan segala hal yang dialami sesuai pengalamannya, lalu
membagikan ke pembacanya dengan harapan baik, semoga tulisannya bisa
bermanfaat. Pun demikian halnya dengan saya, yang kali ini akan berbagi cerita
pengalaman mengunakan smartphone ASUS ZenFone 3 ZE520KL saat menemani saya beraktivitas
menjadi seorang blogger. Kategori blog yang saya tulis masuk ke dalam niche travel blog, food blog, dan lifestyle blog.
Sebuah tulisan menjadi sempurna apabila ditemani dengan pelengkapnya
seperti foto, video dan illustrasi. (Manda, 2016)
Zenfone 3 - Built for Photography (facebook ASUS Indonesia)
Selfie dan wefie, dua buah kata yang akrab di telinga kita sehari-hari. Tidak hanya yang hobi tamasya bersama teman dan keluarga, para jombloers yang hobi makan pun tak lepas dari kata tersebut. Selfie dan wefie membuat banyak fotografer dadakan muncul meramaikan dunia fotografi, mulai dari landscape, panorama, people, dan food fotografi. Hampir setiap objek yang ditemui, seolah mau diabadikan untuk bisa dikenang. Itulah sebenarnya awal sebuah kamera sangat penting dalam genggaman seorang traveler.
Walaupun keindahan indera yang diberikan Tuhan tidak ada yang menandingi, tetapi setidaknya kita bisa mengabadikan dan mengabarkan kepada khalayak tentang sesuatu yang indah dan enak dicicipi oleh indera (mata dan pengecap). Demikian halnya dengan tamasyaku.com yang dekat dengan kata selfie dan fotografi. Beruntung sekali manda berkesempatan unboxing Zenfone 3 untuk bisa menceritakan kepada sahabat tamasyaku tentang pengalaman manda menggunakan ASUS Zenfone 3 yang memang didedikasikan Built for Photography.
Zenfone 3 - Pixel Master 3.0
Unboxing Zenfone 3
Pada tanggal 7 - 9 September 2016 lalu, www.tamasyaku.com diundang dalam acara Zenvolution 2016 yang diselenggarakan di Bali Nusa Dua, Indonesia. Pada kesempatan ini pula, kami yang hadir mendapat kesempatan untuk unboxing Zenfone 3. Salah satu dari rangkaian acara dalam Zenvolution 2016 ini adalah kompetisi foto "Beauty in the sky" dengan menggunakan kamera Zenfone 3. Berkesempatan kali ini, Joko Soemitro dari tim ASUS memaparkan beberapa hal tentang kecanggihan kamera ASUS Zenfone 3 yang memang built for photography. Tak berlebihan kiranya, jika saya mengambil judul kamera DSLR dalam genggaman.
Yang menarik dari kamera ponsel Zenfone 3
ini adalah PixelMaster 3.0 dengan 20 camera modes for total agility.
Mode kamera Zenfone 3 yang terdiri dari 20 mode membuatnya layak menjadi
kamera profesional dalam genggaman. Kedua puluh mode kamera tersebut
adalah auto, manual, super resolution, children, night, depth of field,
GIF animation, panorama, smart remove, all smiles, HDR pro,
beautification, low light, QR Code, effect, selfie, miniature, time
rewind, slow motion dan time lapse. Tentunya sahabat tamasyaku penasaran
dengan kedua puluh mode kamera tersebut ya! Manda akan ulas sebagian
agar tidak menjadi penasaran ya, tapi tentunya untuk bisa mencoba
kesemuanya segera miliki Zenfone 3 nya ya!Dan tentunya, di artikel ini manda akan membahas 9 alasan mengapa memilih Zenfone 3 Built for Photography!
Mempunyai
sebuah hoby di bidang fotografi ternyata tidak selalu harus mengeluarkan banyak
uang. Jika selama ini hoby ini dianggap sebagai sebuah hoby yang mahal,
sekarang ini dengan mengandalkan hoby yang Anda miliki. Dengan mengandalkan
hoby ini, Anda dapat menciptakan sebuah lapangan usaha yang begitu menjanjikan
dengan keuntungan sangat besar. Anda dapat mencoba bisnisjual kamera.
De Casparis berpendapat bahwa kompleks Candi Plaosan didirikan
pada pertengahan abad ke- 9 Masehi, antara tahun 825 - 850 M. Pendapat ini
didasarkan dari data prasasti, saya seni dan arsitektur Candi Plaosan.
Dikatakan pula bahwa candi ini dibangun oleh raja putrid dari Dinasti Sailendra
penganut agama Buddha yang bergelar Sri Kahulunnan, dibantu oleh Rakai Pikatan
dan Dinasti Sanjaya yang menganut agama Hindhu. Sri Kahulunnan menurut Casparis
disamakan dengan Pramodawardhani.
Setelah membaca cerita tamasya manda dalam kategori wisata air, sepertinya hanya di liputan ini manda merasakan all out bermain air di pantai selatan Pulau Jawa, yaitu pantai Slili, Gunung Kidul. Tak lupa topi dan kacamata menemani tamasya manda di pantai kali ini. Tamasya di pantai dengan baju gamis, siapa takut? Terlihat sepintas seperti salah kostum, tapi setelah masuk ke air, semuanya baik-baik saja dan enjoy. Tentunya baju gamis yang manda pakai dari bahan seperti bahan baju renang,, kalau tidak salah namanya : spandex. Teksturnya yang ringan di air dan tidak berat ketika mentas dari air.
Kota Semarang pagi itu sangatlah cerah dan menawarkan pesona yang berbeda dari cerita yang beredar di masyarakat tentang Lawang Sewu. Gedung Lawang Sewu dahulu merupakan kantor pusat perusahaan kereta api pertama Hindia Belanda yang bernama Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Bangunan ini diresmikan dan dipakai pertama kali pada 1 Juli 1907. Bangunan dari jaman Belanda yang menyimpan banyak cerita perkembangan perkeretaapian dan kejadian sejarah lain yang hanya waktu yang bisa menyimpannya dengan rapi sebagai sejarah masa.
Topi Cantik Manda
Cerah dan matahari cukup terik pada pukul 9 pagi itu di Lawang Sewu. Membuka perjalanan tamasya di Semarang, kami para blogger menentukan meeting point di Lawang Sewu. Aksesoris yang baru saya tahu gunanya setelah seharian tamasya di terik matahari adalah topi. Ya, topi. Peran topi sebenarnya menggantikan payung saat matahari bersinar sangat terik pagi jelang siang saat itu. Topi tidak ribet dalam penggunaan dan mudah dibawa *cukup diletakkan di atas kepala*.
By chance we met, By choice we become friend. Millie Huang
Menggoreskan sebuah cerita untuk masa depan, tidak lagi di atas kertas dengan tinta, melainkan dengan mengarsipkannya dalam sebuah blog yang sewaktu-waktu bisa kita buka dan kita baca sebagai pengobat rindu. Orang bisa bertemu, tertawa dan menghabiskan saat-saat dengan mencolek dan saling berkirim kabar karena ada rindu dan sebuah rasa memiliki. Dan tentunya, ada "klik" saat kita bisa bekerja dalam satu tim. Tim bukanlah sesuatu dalam lingkup yang besar, tim terkecil adalah keluarga dan komunitas.
Jalan-jalan tamasyaku di kota Semarang kali ini, mengunjungi beberapa tempat wisata dan kuliner khas Semarang yang akan diceritakan seluruhnya dalam cerita-cerita di tamasyaku ini secara berseri ya... Perkenalkan dulu siapa aja yang bergabung dalam kopdar Wisata Persahabatan Blogger #1.
Manda Panda
Perkenalkan, ini adalah manda dan panda, kontributor www.tamasyaku.com. Mereka adalah partner hidup yang mendukung semua cerita di tamasyaku ini sejak dituliskan. Saling melengkapi sebagai tim kerja bertamasya, diantaranya : persiapan barang yang dibawa, pesan tiket dan hotel, alokasi budget, tempat yang akan dikunjungi, pembaca map, tukang bertanya, tukang foto, dan model.
Panda
Karena panda tidak suka di foto, maka mandalah yang menjadi obyek jepretan kamera DSLR atau kamera pocket atau kamera gadgetnya. Semoga hasil jepretannya semakin kece kalau nanti diberi kemudahan upgrade ke kamera DSLR yang lebih kece ya panda.. Aamiin..
Bercerita tentang sebuah hal yang telah terjadi adalah kenangan. Hidup di masa sekarang, pastinya telah melewati berbagai cerita di masa lalu. Cerita yang melengkapi potongan-potongan cerita untuk masa depan. Mengabadikan setiap cerita di dalam sebuah tulisan agar suatu saat kita masih bisa mengingat, bahwa ada perjalanan yang panjang yang telah kita lalui.
Bertemu,
Berteman,
Saling mengenal,
Saling menyayangi,
Menikah,
Berbagi kehidupan,
Menua bersama,
Menutup Mata.
Perjalanan sebuah pernikahan adalah perjalanan panjang yang kalau dinikmati tidak terasa panjang menjalaninya. Setiap pagi dan setiap malam masih bisa bertemu, demikian setiap harinya sampai suatu saat kita tidak bisa bertemu lagi untuk selama-lamanya. Satu untuk selamanya.
19 September 1998
Kalau ditanya yang paling setia itu siapa? Jawabannya : kamera.
Pas banget bulan Februari ini bulan lahir saya dan ingin berbagi tentang benda yang wajib dibawa saat jalan-jalan. Postingan ini tentang "dapur tamasyaku" atau "behind the scene" artikel-artikel di blog ini. Tiga barang wajib yang harus dibawa adalah hand phone, kamera dan powerbank. Ya iyalah, kalau 3 items itu mah pastinya di tas tenteng perempuan sekarang jamin ada semua kan ya? Hayooo ngakuuuu.... ^_^ Bagaimana isinya dapur tamasyaku? Yuk bongkar sedikit alat perang kami ya..
Dear sahabat, masih ingat postingan tentang Candi Ratu Boko di cerita tamasyaku yang lalu?
Bagi para penyuka FOTOGRAFI, liburan di Yogyakarta bisa juga untuk menemukan beberapa shoot terbaik dari jepretan kamera dari beberapa sudut menarik di sini. Perjalanan dari Yogyakarta menuju arah Bukit Patuk atau bisa juga dari Prambanan, kurang lebih 30 menit kalau tidak macet. Memasuki pelataran candi, akan dikenakan tarif masuk 30,000 rupiah dan bisa sepuasnya berjalan-jalan dan menjepret banyak situs dengan pencahayaan yang BAGUS!
Kami menjepret dengan Sony XPERIA C3 dengan mode manual dan tanpa ngatur apa-apa udah cakepp benerrr hasilnya (baca : hasil jepretannya seperti lukisan). Waktu itu kami ke sana pukul 3 sore dan suasana yang agak mendung-mendung tapi masih ada matahari.