Showing posts with label sahabat. Show all posts

Mengenal Lebih Dekat Travel Blogger, Danan Wahyu Sumirat

Danan Wahyu Sumirat

Ngulik seorang travel blooger yang hobi membuat video narasi bertajuk Jalan2Cuap2, dari pengalamannya piknik cantik mengulik hotel dan tempat makan. Yuk simak interview manda dengan pemilik blog www.dananwahyu.com.

Silaturahmi Itu Tidak Penting


Sepenggal judul yang agak sinis terdengar, ketika banyak alat komunikasi malah tidak dipakai untuk sarana silaturahmi. Silaturahmi dari KBBI, artinya tali persaudaraan. Kalau ada yang bilang bahwa silaturahmi itu tidak penting, maka mereka belum tahu hakekat dari silaturahmi. Silaturahmi dalam pemahaman manda adalah sebuah cara untuk kepo sayang, jawil mesra, colek kangen, marah rindu, dan sejuta perasaan yang bercampur aduk tapi tak akan kemana-mana karena kita terikat tali persaudaraan. Silaturahmi era modern, lebih memudahkan lagi. Ada banyak sarana silaturahmi dengan membuat grup BB, grup WA dan telegram. Silaturahmi yang ditawarkan dunia maya memang sangat mudah dan mengasyikkan. Silaturahmi yang saat ini disebut sebagai social media atau media sosial, seperti : facebook, twitter dan instagram.

Silaturahmi adalah tamasya hati.

silaturahmi
Trah Keluarga Besar

Rahasia Travel Writer Seorang Blogger, Dian Radiata

Friends are all about you and me

Melihat foto di atas, apa yang terbersit di benak kita? Wuiii, teman lama yang bersua kembali untuk reunian. 

Yap, jawaban Anda salah.

Forest Gelato, Menikmati Kuliner Bergaya Eropa

Forest Gelato

Liburan akhir pekan di awal tahun ini, kesempatan bertemu sahabat kece yang dipertemukan waktu saat kuliah di MM UII tengah tahun 2011 lalu. Tak terasa pertemanan yang berlanjut ke persahabatan ini sudah hampir 5 tahun ya di tahun 2016 ini. Waktu, kalau sudah berlalu tidak akan kembali. 

Sahabat, Menemukan yang tidak bisa ditemukan dan mencari yang tidak perlu dicari.

Berkah Ngeblog, Bertemu Sahabat di Dunia Maya

Sahabat Blogger

Dunia maya, dumay, social media, media sosial, online, internet. Kata-kata yang identik dengan menjauhkan seseorang di dunia nyata (real) dan lebih banyak sibuk di dunia maya (virtual). Terkesan hanya memegang gadget di setiap saat dan setiap waktu. Yang tidak mempedulikan orang disampingnya bila sedang memegang gadget. Apapun yang terjadi, kehidupan di dunia nyata dan di dunia maya, sama-sama membutuhkan keseimbangan. Tidak mungkin hidup di dunia nyata dan tidak mengetahui perkembangan belahan dunia lain yang dishare melalui dunia maya. Tidak mungkin pula kita aktif di dunia maya, sampai melupakan hubungan antar sesama di dunia nyata. Keseimbangan itu yang menjadi solusi bahwa dunia nyata dan dunia maya adalah sahabat kita.


Bertemu dengan mereka, sebagian blogger jogja yang menyempatkan untuk berlibur di pantai menemani blogger semarang, Lestari yang main ke Jogja untuk menjenguk kakak tercintanya ini *mode GR on. Saya dan Tari, teman yang tidak pernah mengenal sebelumnya sebelum Agustus 2015 lalu kita bertemu di kopdar blogger di Semarang. Pertemuan di dunia nyata, setelah kita banyak berbagi cerita di dunia maya. Bahkan saat bertemu pun, kami saling bertukar warna pakaian *saking hanya bermodalkan percaya saat berteman di dunia maya*. Rencana ke Jogja yang sempat dipending dari bulan November, akhirnya kesampaian di bulan Desember. Ikuti cerita kami yuk...

Blogger Cantik


Tak kenal, maka tak sayang. Perkenalkan, ini adalah blogger-blogger yang sedang bergaya ala-ala model di pantai Slili, Gunung Kidul. Tak lupa membawa serta properti foto, seperti topi dan kacamata. Dunia maya mempertemukanku dengan mereka yang ternyata punya sense of narsis yang tidak jauh berbeda. Saya kenalkan dari kiri atas searah jarum jam ya..

Prima Purbantono atau Prima Hapsari, pemilik www.primahapsari.com. Kesehariannya mak cantik nan lembut ini adalah seorang blogger ber-NIP. Passion bloggingnya membuatnya tidak lelah membagi tugas kantor, tugas sebagai ibu dan istri, dan jalan-jalan mencari bahan tulisan untuk blog. Tentunya, blogging baginya sebagai penyeimbang dan sarana refreshing bersama keluarga. Ibu dua orang anak, Nathan dan Saka, sangat rajin mengisi blognya dengan coretan tentang keluarga dan jalan-jalan. Ya, darinya saya belajar bahwa anak bukanlah alasan untuk tidak piknik. Pertama kali mengenalnya di event Indihome, pembawaannya yang kalem membuat saya tidak banyak menyapa. Seiring waktu berjalan, Facebook mendekatkan kami dengan status-status yang rasanya klik kalau tak sengaja melihat statusnya berjalan di timeline saya. Tidak sengaja pula berjumpa di event-event Blogger Jogja dan Emak Blogger Jogja, dunia maya yang telah mendekatkan kita menjadi pertemanan dunia nyata. Beberapa kali jalan dengan emak yang satu ini, mak Prima begitu sabar, tegar, kuat dan wonder woman menjadi ibu dari dua anak laku-laki, ibu karir dan momblogger. Berteman dengan yang seperti ini memberi energi luar biasa dalam bersiap menghadapi masa-masa menjadi seorang ibu.

Diajeng yang Mini dari Xiaomi


Nah, sahabat blogger yang sebelahnya adalah salah satu mbah buyutnya komunitas Blogger Jogja. Kami menyebutnya mami, kalau penasaran, kami ini adalah seleb-seleb yang akan diorbitkan dari Riant's Agency. 


Atanasia Rian atau barbie cantik, pemilik www.kulinerwisata.com. Pembawaannya yang lugas, tegas, aktif, tangkas dan berwibawa *disogok Xiaomi*. Rian, begitu panggilan akrab dari kami untuk barbie tjantik ini. Bertemu pertama kali, kesannya pendiam dan serius. O lala, ternyata zonk sodara-sodara. Mengenalnya di banyak event blogger membuat saya mengenalnya sebagai mami yang galak, pisss. Sukanya dengan model begini adalah ngomong di depan sama dengan ngomong di belakang. Pertemuan pertama sewaktu Arisan Ilmu Emak Blogger Jogja di rumah saya. Selanjutnya ketemu lagi di event blogger Indihome. Sesudahnya, terjalin chemistry entah karena blog kami sama, wisata kuliner dan kuliner wisata, hanya dibolak balik. Yang saya tahu, berbi yang enggan dipanggil depannya saja ber (sound like bear), sahabat yang baik hati, penyayang dan super duper kece dari hati. Mengenalnya di dunia maya, saling mengunjungi blog dan terjalin akrab di dunia nyata, membuktikan bahwa dunia maya tidak selalu diartikan hal yang menjauhkan. Justru, sebelum bertemu di dunia nyata, kita sudah mengenal karakter orang di dunia maya. Berteman dengan yang seperti ini, memberikan suntikan energi yang positif untuk lebih aktif dan bergerak serta berkomitmen menjalankan apa yang sudah dimulai. *setelah di edit* berteman dengan barbie cantik ini seperti menemukan partner dalam mengendarai ersay, rekomendasi panda setelah suatu waktu merasakan disupirin sama barbie cantik ini, enak dan gak mules.

Kiri bawah, Lestari pemilik www.jejaksematawayang.com. Tarie atau taro panggilan akrab saya ke perempuan yang aktif, enerjik, tidak pernah lelah dan totalitas. Meski terbilang bulan mengenalnya, chemistry itu tiba-tiba saja terkoneksi dengan baik. Kagum dengan Tarie yang seusianya sudah ngebolang ke tempat-tempat yang saya malah belum sambangi seusia dia. Keberaniannya berpetualang membuat saya terinspirasi untuk juga punya keberanian yang sama. Salah satu bukti bahwa dunia maya mendekatkan sahabat ke dunia nyata. Bertemu dengan banyak orang dengan ciri khas masing-masing, membuat kita berani mencoba hal-hal yang seru dan mengasyikkan bersama sahabat. Seperti beberapa pose yang kekinian berhasil terjepret di foto-foto berikut ini. So, jangan lupa bahwa sahabat adalah sumber inspirasi ya.

Ibu Ais


Selanjutnya, ada Ibu Ais yang kami memanggilnya dengan Diba, pemilik www.ardiba.com. Pembawaannya yang ngantukan cheerful, tangkas, lembut, baik hati dan peduli. Berani resign dari pekerjaan yang cukup menjanjikan, itu yang membuat saya dan Diba punya chemistry yang sama saat awal-awal kenal. Nggak tahu dan nggak ngerasa sedang di kepo atau di stalking *seperti sama mantan*, sore itu kita Wasapan dan entah obrolannya sampai dimana tentang aku dan dia *halah* Seingat manda, sampai memfotokan kertas yang berarti banget untukku. Sejak itu, dibawah satu agency AR, kami sering dipertemukan secara nyata. Ibu yang juga mahasiswi S2 di Pertanian UGM ini menginspirasi dari tulisannya tentang lifestyle, family dan parenting. Menarik, belajar dari ibu Ais yang bergolongan darah B *apa coba hubungannya*, darinya saya belajar menjadi kuat menjadi ibu, istri, mahasiswi dan sahabat yang selalu ada.

Saling Melengkapi

Beteman dengan beraneka ragam karakter sesuai peran masing-masing, ada yang masih muda, ada yang seumuran, ada yang masih single, ada yang double with children, ada yang double not children yet, ada yang ibu rumah tangga, ada yang mompreneur, ada yang ibu bekerja, ada yang mahasiswa, ada yang multitasking, ada yang aktif banget, ada yang gampang sakit, dan semuanya terangkum indah dalam sebuah jalinan persahabatan yang paket komplit. Sebuah rasa yang tidak bisa diceritakan dengan detail tapi mengalir begitu saja. Sebuah pengertian dan komunikasi yang tidak selamanya mudah dipahami, melainkan akan tetap begitu sebagai teman, sahabat dan keluarga. Bersyukur bertemu dengan perempuan-perempuan yang menginspirasi dari dunia maya. Semoga pertemanan kita langgeng sampai ninen-ninen ya. Berkah menjadi blogger!

Lima Hal Sebelum Bermain Air di Pantai

Topi dan Kacamata

Setelah membaca cerita tamasya manda dalam kategori wisata air, sepertinya hanya di liputan ini manda merasakan all out bermain air di pantai selatan Pulau Jawa, yaitu pantai Slili, Gunung Kidul. Tak lupa topi dan kacamata menemani tamasya manda di pantai kali ini. Tamasya di pantai dengan baju gamis, siapa takut? Terlihat sepintas seperti salah kostum, tapi setelah masuk ke air, semuanya baik-baik saja dan enjoy. Tentunya baju gamis yang manda pakai dari bahan seperti bahan baju renang,, kalau tidak salah namanya : spandex. Teksturnya yang ringan di air dan tidak berat ketika mentas dari air.

Snorkeling di Pantai Slili, Gunung Kidul

Pantai Slili, Gunung Kidul

Manda berbintang pisces dan panda berzodiac cancer, mungkin itulah yang membuat kami suka bertamasya di pantai *wilayah air*. Tapi, manda ini paling enggak banget all out main air di pantai. Yang takut basah lah, males lengket pasir lah, yang bajunya ribet mau ganti, dan banyak alasan yang membuat manda cuma duduk-duduk cantik di pinggir pantai. Kedua kalinya ke pantai Slili, dan kegiatan pinggir pantainya hanya memfoto dan sesekali merenung betapa takjud oleh keMahaanNya.

Piki aja Bisa Merenung

Memandang lepas ke pantai, seperti yang Piki lakukan. Kegiatan paling asyik dilakukan tanpa harus berbasah-basah ria di dalam air. Entah apa yang sedang dilamunkan oleh Piki saat itu, hehehehe. Di pantai Slili kita bisa melihat deburan ombak yang besar di kejauhan, dan disapa oleh ombak-ombak kecil di pinggirnya. Langit biru sebagai background seolah menyatu dengan birunya samudera.

Piknik Blogger Cantik *kecuali panda*

Pagi ini sudah berencana menjamu blogger cantik dari Semarang, Lestarie, dengan menjamunya ke Pantai Slili. Pantai yang berada di deretan pantai Gunung Kidul, yang bisa digunakan untuk snorkeling. Kurang lebih 3 jam perjalanan, sampailah kami di pantai Slili yang masih berlokasi di kompleks pantai Sadranan. Sesampainya di sana, terdapat gubug-gubug yang siap untuk disewa selama apapun kita di sana. Gubug-gubug tersedia di depan kita memarkir kendaraan dan nanti bisa memesan makanan atau sekedar mie instan di warung tersebut. Begitu kami mengambil tempat *berasa baris berbaris*, tak lupa kami menyewa alat snorkeling yang dijajakan di pinggir pantai Slili.

snorkeling
Alat Snorkeling