Showing posts with label mudik. Show all posts

5 Tips Menyambut Libur Lebaran

Update Berita Travelling

Sebentar lagi kita akan menyambut datangnya masa liburan panjang yaitu libur lebaran. Liburan lebaran yang kemungkinan besar berlangsung mulai tanggal 2 Juli hingga 9 Juli 2016. Masa libur yang panjang ini tidak hanya dinikmati oleh umat Islam saja, namun juga oleh seluruh masyarakat Indonesia. Alhasil setiap tahun pada libur lebaran terjadi pergerakan massa yang luar biasa baik untuk mudik atau berwisata ke suatu daerah. Jaman sekarang apa-apa mudah diakses untuk bisa update berita terkini selama masa liburan.

Persiapan Mudik Asyik Bersama Pegadaian

 

Halo sahabat tamasyaku, tidak terasa sudah hampir lebaran ya. Saatnya MUDIK! 

Yeaaayy, mendengar kata mudik adalah sesuatu yang ditunggu-tunggu bagi mereka yang merantau di kota lain. Merantau dalam bahasa lain belajar dan berkarya di perantauan. Momen lebaran dan mudik yang setahun sekali merupakan saat berkumpul seluruh keluarga besar di kota kelahiran. Walaupun definisi kota kelahiran untuk mudik, saat ini sudah bergeser karena menyesuaikan kota dimana sesepuh tinggal. Seperti halnya di keluarga kami, sesepuh banyak tinggal di Yogyakarta, bahkan sesepuh yang sudah meninggal pun dimakamkan di Yogyakarta. Sebagai orang Jogja, tentunya saya tidak pernah merasakan mudik dan justru menjadi tuan rumah. 

Lalu, apa hubungannya dengan Mudik Nyaman dan Pegadaian?

Tips Nyaman Menjadi Tuan Rumah Saat Tidak Mudik Lebaran

Mudik Lebaran

Mudik vs Tidak Mudik

Mudik yang menurut kami orang Jawa artinya mulih dilit (baca : pulang sebentar). Persiapan dari mulai anggaran, kendaraan, oleh-oleh, dan utamanya stamina sudah jauh-jauh dipersiapkan oleh mereka yang merencanakan untuk pulang ke kampung halaman *asal tidak lupa halaman berapanya ya* wkwkwkwkwk. Kegiatan mudik setiap tahun pada saat lebaran atau hari raya Iedul Fitri menjadi tradisi bagi mereka yang merantau di luar kampung halamannya.

Dan bagi kami yang bekerja dan hidup di kampung halaman, tidak merasakan hectic-nya saat-saat mudik. Justru kami yang menjadi tuan rumah bagi mereka yang mudik. Menjadi tuan rumah dimana masih ada orang yang dituakan yang tinggal sekota dengan kami tinggal tentu ada suka dan dukanya.

Beberapa orang yang mudik bilang :

"ah enak kamu nggak mudik, nggak banyak biaya keluar untuk pulang"


Jawaban kami yang menjadi tuan rumah :

"enaknya kalian yang mudik bisa refreshing, lah kita nyiapin akomodasi dan menjamu kalian selama mudik"

Ied Fitri 1435 H

haii blogger....

seperti moment-moment lebaran di banyak keluarga yang merayakan Lebaran sebagai tradisi yang sudah mengakar dari tahun ke tahun.. moment kebersamaan yang sayang untuk dilewatkan, selain karena liburan panjang juga karena seluruh keluarga bisa berkumpul untuk tertawa dan berbagi cerita...

tahun ini, lebarannya bisa sama-sama yaaa... *bersyukur*

dari tahun ke tahun sejak memiliki dua keluarga (bahkan 3 karena masih punya simbah), lebaran keluarga kecil kami selalu estafet.. maklum, memiliki 1 badan dan harus berada di 3 tempat penting... bersyukurnya, masih dalam satu kota :) :) :)

malam takbiran, kami berbuka di rumah mama.. sudah menjadi tradisi menutup akhir puasa dengan buka puasanya lontong opor lengkap ala mama wien... kenal rasanya dari boleh makan nasi sampai alhamdulillah segede ini, tak ada yang berubah... pulang udah bawa plastikan untuk sarapan pagi sebelum sholat Ied keesokan harinya.. *bersyukur sebagai anak*

pagi jelang sholat Iedul Fitri, dari kecil sudah mendengar alunan takbir yang diputar dari radio oleh mama, ternyata terbawa sampai saya berkeluarga.. rumah sudah ramai dengan alunan takbir dari radio, sembari siap-siap untuk sholat Iedul Fitri... siap-siapnya lengkap, membawa baju ganti dan persiapan menginap dimanapun (bisa di rumah mama, di rumah mertua, atau di suatu tempat untuk refreshing)