Showing posts with label lontong opor. Show all posts

Tips Menggoreng Kerupuk Udang

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
Laa Ilaha Illallohu Allohu Akbar..
Allahu Akbar Walillahilhamd..

Artinya :

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar..
Allah Maha Besar.. Dan segala Puji Hanya kepada Allah...



lontong opor
Lontong Opor Komplit Mama Wiwin


Takbir mulai lirih berkumandang, artinya hari kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa telah tiba. Takbir berkumandang dari saya kecil adalah malam istimewa dan spesial bagi saya sendiri. Memuliakan dan mengagungkan asmaNya sampai dini hari dan rasa haru bahagia yang tidak bisa diceritakan dengan kata-kata. Takbir itu juga isdentik dengan lontong opor untuk kami sekeluarga. Keluarga kami semuanya berdomisili di satu kota, yaitu : orang tua, mertua dan simbah putri. Oleh karenanya, momentum lebaran Iedul Fitri harus membagi waktu sedemikian sehingga semua kebagian. 

Malam saat takbir berkumandang, di puasa hari terakhir, tujuan kami adalah ke rumah mama saya. Lontong opor komplitnya berisi opor ayam, opor telur, sambal goreng ati, sambal goreng krecek, dan krupuk Setiap puasa terakhir, sudah menjadi kebiasaan sejak pacaran juga untuk menyantap buka dengan lontong opor lengkap. Dan dari tahun ke tahun, saya selalu kebagian menggoreng kerupuk udang.

Ied Fitri 1435 H

haii blogger....

seperti moment-moment lebaran di banyak keluarga yang merayakan Lebaran sebagai tradisi yang sudah mengakar dari tahun ke tahun.. moment kebersamaan yang sayang untuk dilewatkan, selain karena liburan panjang juga karena seluruh keluarga bisa berkumpul untuk tertawa dan berbagi cerita...

tahun ini, lebarannya bisa sama-sama yaaa... *bersyukur*

dari tahun ke tahun sejak memiliki dua keluarga (bahkan 3 karena masih punya simbah), lebaran keluarga kecil kami selalu estafet.. maklum, memiliki 1 badan dan harus berada di 3 tempat penting... bersyukurnya, masih dalam satu kota :) :) :)

malam takbiran, kami berbuka di rumah mama.. sudah menjadi tradisi menutup akhir puasa dengan buka puasanya lontong opor lengkap ala mama wien... kenal rasanya dari boleh makan nasi sampai alhamdulillah segede ini, tak ada yang berubah... pulang udah bawa plastikan untuk sarapan pagi sebelum sholat Ied keesokan harinya.. *bersyukur sebagai anak*

pagi jelang sholat Iedul Fitri, dari kecil sudah mendengar alunan takbir yang diputar dari radio oleh mama, ternyata terbawa sampai saya berkeluarga.. rumah sudah ramai dengan alunan takbir dari radio, sembari siap-siap untuk sholat Iedul Fitri... siap-siapnya lengkap, membawa baju ganti dan persiapan menginap dimanapun (bisa di rumah mama, di rumah mertua, atau di suatu tempat untuk refreshing)