Showing posts with label adat yogya. Show all posts

Ied Fitri 1435 H

haii blogger....

seperti moment-moment lebaran di banyak keluarga yang merayakan Lebaran sebagai tradisi yang sudah mengakar dari tahun ke tahun.. moment kebersamaan yang sayang untuk dilewatkan, selain karena liburan panjang juga karena seluruh keluarga bisa berkumpul untuk tertawa dan berbagi cerita...

tahun ini, lebarannya bisa sama-sama yaaa... *bersyukur*

dari tahun ke tahun sejak memiliki dua keluarga (bahkan 3 karena masih punya simbah), lebaran keluarga kecil kami selalu estafet.. maklum, memiliki 1 badan dan harus berada di 3 tempat penting... bersyukurnya, masih dalam satu kota :) :) :)

malam takbiran, kami berbuka di rumah mama.. sudah menjadi tradisi menutup akhir puasa dengan buka puasanya lontong opor lengkap ala mama wien... kenal rasanya dari boleh makan nasi sampai alhamdulillah segede ini, tak ada yang berubah... pulang udah bawa plastikan untuk sarapan pagi sebelum sholat Ied keesokan harinya.. *bersyukur sebagai anak*

pagi jelang sholat Iedul Fitri, dari kecil sudah mendengar alunan takbir yang diputar dari radio oleh mama, ternyata terbawa sampai saya berkeluarga.. rumah sudah ramai dengan alunan takbir dari radio, sembari siap-siap untuk sholat Iedul Fitri... siap-siapnya lengkap, membawa baju ganti dan persiapan menginap dimanapun (bisa di rumah mama, di rumah mertua, atau di suatu tempat untuk refreshing)



Prosesi Siraman Adat Jawa

Prosesi Siraman Adat Jawa

5 Juli 2008

prosesi siraman adat jawa

Melanjutkan wisata kulinerku di Soragan Castle bulan Februari lalu, dimana aku telah resmi dilamar oleh lelaki terbaik yang Alloh jodohkan untukku. Amien.


Pernikahan kami adalah pernikahan pertama untuk kedua keluarga besar kami. Gaya Yogyakarta kami sepakati untuk diangkat sebagai tema pernikahan kami. Bersyukur kami dibantu oleh Wedding Organizer (WO) "Bunga Kinasih" yang dengan telaten, cekatan, profesional dan mengagumkan telah membuat pernikahan kami menjadi moment terindah dalam hidup kami. Sedikit berbagi bahwa peran mb Rina dan mb Tiwi' dari BuKin sangat membantu ibuku yang dalam hal ini pasti ribet oleh urusan tetek bengek yang merepotkan.


 prosesi siraman adat jawa


prosesi siraman adat jawaBerdasarkan pengalaman kawan-kawan dari BuKin, ibu diberi masukan tentang prioritas kebutuhan yang harus dipenuhi. Dan alhamdulillah sampai dengan prosesi Ngundhuh Mantu pihak BuKin mendampingi kami dengan sabar dan penuh pengertian. Apabila kalian sekarang sedang bingung untuk menentukan WO terpercaya, kami berdua sarankan untuk menghubungi Bunga Kinasih di (0274) 513662 atau cp. mb Rina (08122720166) .
 
  
Sesuai judul tentang prosesi pernikahan adat Jawa, berikut kami paparkan pengalaman kami melangsungkan pernikahan tak terlupakan yang telah kami lalui. Makna yang muncul dalam tulisan blog ini sesuai presepsi dan pengalaman kami sebagai pelaku peristiwa, ce i le ... Kalo ingin tahu detail dari setiap makna Jawa yang terkandung silahkan searching via google yach .. he3x.


prosesi siraman adat jawa 

Diawali dengan SUNGKEM dan NYUWUN PANGESTU kepada orang tua dan sesepuh (nenek/kakek) untuk menempuh hidup baru bersama pasangan kita. 

Harapannya semoga rumah tangga yang kita bina menjadi rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rohmah. Amien.

Setelah itu, ayah meracik air siraman dari 7 sumber dan memberi SIRAMAN terakhir pada anak gadis dan anak bujangnya. 

Rasa haru bercampur bahagia pasti melingkupi proses siraman ini. Apalagi ibu, karena ibu tahu benar betapa beratnya mengandung 9 bulan, merawat kita di saat bayi, betapa sakit menahan eyelan (ngeles) kita, betapa sayangnya ibu kepada anaknya. 

"Kasih ibu sepanjang masa, hanya memberi dan tak harap kembali".

prosesi siraman adat jawa 









prosesi siraman adat jawa

Siraman ini dilambangkan juga sebagai pemberian restu kepada calon pengantin oleh sanak keluarga atau tetangga yang pernah mempunyai hajat menikahkan anaknya. 

Setelah itu, dilakukan POTONG RIKMO oleh ayah kedua mempelai dan dilanjutkan TANEM RIKMO di rumah calon pengantin wanita. 

Alhamdulillah, semua proses siraman dapat berlangsung lancar. Kami memilih nuansa warna pink sebagai lambang cinta kita. Setelah siraman ada DULANG PUNGKASAN yang dilakukan oleh kedua orang tua kami. Di kediaman calon mempelai wanita, ada tambahan acara DODOL DAWET dengan uangnya dari kereweng. Maknanya orang tua kita memberikan suapan terakhir dan memberikan modal hasil jualan dawet kepada calon pengantin.

prosesi siraman adat jawa 
Syukurku padaMu, Ya Alloh ... memiliki kedua orang tua yang telah memberi hidup pada kami, memberikan kasih sayang tulus sehingga kami dapat berbagi kasih sayang dengan orang lain. 
prosesi siraman adat jawa 
Demikian halnya di mempelai laki-laki, prosesi dulang pungkasan juga melambangkan suapan terakhir melepad anak laki-lakinya untuk bertanggung jawab kepada istrinya.


Prosesi berikutnya adalah Malam Midodareni di kediaman calon pengantin wanita. Perjalanan ini hanya sepenggal cerita kehidupan, yang bisa menjadi sejarah dan kenangan sepanjang hidup kita. Tulisan ini untuk aura satria kami nanti kelak ketika mereka ada di dunia. 

Salam/ ima-ep