Showing posts with label wisata petualang. Show all posts

Tips Mendaki Gunung dan Panjat Tebing untuk Pemula

sandal Eiger terbaru

Bagi sebagian orang, menjalani hidup rasanya tidak seru apabila tidak ada tantangan yang mencengangkan serta membutuhkan nyali. Itulah mengapa banyak orang rela meluangkan waktu dan biaya yang tidak sedikit demi merasakan petualangan-petualangan yang menantang. 

Bisa merasakan petualangan yang mendebarkan dan menantang tentu tidaklah mudah. Selain membutuhkan nyali besar, kita juga membutuhkan persiapan yang matang agar keselamatan diri maupun rekan tidak jadi taruhan. 

Bagi kamu yang saat ini sedang mencari ide olahraga seperti apa yang seru dan menantang serta membutuhkan nyali besar, kamu bisa melihat dua alternatif olahraga di bawah ini. 

Mendaki gunung 

Amsterdam, Netherland

Amsterdam - volendam - lisse/Keukenhof


Keukenhof

.. bunga sakura yang rembuyung begitu semerbak begitu anggun dan cantik ..

Tak terasa langkah kaki ini mengatur perjalanan ke negeri kincir angin Holland.Kami berangkat dengan tiket keliling Belanda 12,5 Euro dari Blokker/Kruidvat.Sebelumnya, kita cari info perjalanan di ns.nl untuk sampai ke Maastricht, kami menggunakan veolia bus dari Schanz dan membeli tiket harian seharga 5 Euro.


Sesampainya di Amsterdam Centraal segera ke ticket office GVB untuk membeli tiket untuk 24 jam di Amsterdam seharga

Aachen, Jerman

Indahnya Kota Aachen, NRW


Perjalanan dari Duesseldorf Flughafen sampai Aachen Hauptbahnhof memakan waktu sekitar 1,5 jam dengan kereta RE dan tiket kelompok untuk 3-5 orang seharga 34 Euro.. Alat transportasi dalam kota Aachen didominasi oleh BIS dari ASEAG yang mulai 1. Oktober 2009 memberlakukan CITY-XL dalam 1 ring seharga 1 Euro.. Kami dijemput keluarga baru di Aachen : Mas Faisyal dan Mas Andri.. Belajar melihat jadwal bis yang ternyata setelah kita tahu rute dan peta, gampang lho..


Pusat kota Aachen ditandai dengan adanya DOME, Aachen dan Rathaus Aachen di daerah Elisenbrunnen.. Karena letaknya dekat dengan Bushof maka hampir semua bis melewati Elisenbrunnen..


Disini bisa menjumpai oleh2 khas Aachen : toko souvenir, Printen dan coklat.. Banyak sekali tempat foto di sini yang khas.. Pancuran ini adalah khas Aachen, untuk ceritanya kebetulan kami belum sempat nyari yang bisa dipertanggungjawabkan.. Tapi menarik lho walau dengan hanya dari mulut ke mulut..


Kami beruntung karena di pusat kota sedang ada festival dan ada bianglala super tinggi dan bisa memotret keindahan kota Aachen dari atas dan pastinya bersama panda bisa narsis..
Lengkap sudah kebahagiaanku bersama orang yang kucintai.. Alhamdulillah..


Sekarang kita menilik lebih jauh Elisenbrunnen ya? Disini seperti pusatnya Aachen.. Hal menarik disini ada banyak toko, cafe, bank, dan pancuran untuk sekedar hang out. Toko mahasiswa murah, diantaranya : HILAL (daging halal), DM (kosmetik, shampoo dan obat2an), PLUS (swalayan), C&A (fashion), LEO (kue Reisfladen favoritku), Rosmann, ALDI, KIK, REWE, dan semua bank ada di sini.. Elisenbrunnen sendiri adalah halte yang menghubungkan dua halte penting : Alter Posthof dan Aaachen Bushof.



Sebenarnya kota Aachen relatif hangat, namun di sini sering terjadi hujan. Di musim gugur ini, ternyata daun2 di depan jendela kami dan WESTPARK benar2 habis berguguran.. Di sini alat sapunya mesin, alat mngambil sampahnya juga mesin, alat potong ranting juga mesin, dan semua pembayaran serba otomatis dari rumah bisa.. wah wah wah, two thumbs.. Di Aachen, kami punya masjid BILAL yang biasa dipakai untuk sholat dan kemarin sholat Ied Adha pertama tanpa keluarga juga kulakukan disini..



Menjelang NATAL, di pusat kota ada Weihnachts Markt (semacam pasar malam) yang menjual pernak-pernik natal, oleh2 khas Aachen dan MARONEN (sejenis kacang yang berasa seperti ponge nangka/beton yang direbus), he3x..

Sekian dulu ceritanya ya? 
ima-ep

Koln, NRW

Rhein, Museum dan Dome
Februari 2010

Perjalanan kita sekarang menuju ke negara bagian NRW (Nord Rhein Westphalia) di kota Cologne/Koln. Sesampainya kita di Koln Hauptbahnhof kita akan disuguhi kemegahan Dome Koln yang bisa langsung terlihat di jendela sebelah kanan bila kita menumpangi kereta dari Aachen.


Halaman yang luar dan hamparan anak tangga yang menjulang menyambut para wisatawan untuk berfoto dengan latar Dome yang bersejarah. Sejauh mata memandang ke atas yang terlihat betapa kokohnya Dome ini.


Berjalan ke arah kanan Dome, kita akan menjumpai museum bersejarah (Roman-Geranic Museum).




Menuju lorong di tengah museum kita akan disuguhi hamparan sungai Rhein yang berlatar kemegahan Dome. Kita bisa berfoto di atas jembatan dan berlatar sungai Rhein. Selain di atas jembatan, kita juga bisa menyusuri Sungai Rhein dan menikmati jalan-jalan di kota Koln.

Beberapa yang bisa kami ceritakan ada kebun binatang, museum coklat Lindt, bangunan Dome yang lebih kecil, beberapa patung dan bangunan untuk berfoto.

Liputan khusus di Museum Coklat:

Disini kita bisa membeli coklat aneka rasa dan bentuk. Pas untuk oleh-oleh dan hiasan di toples. Coklat Lindt ini sangat terkenal enak dan masyarakat Jerman menyukai Dark Schocolade (coklat hitam) yang pahit menurut kita. Museum ini menyerupai bangunan kapal di ata sungai Rhein. Kita melewati jembatan kecil yang bisa dipakai untuk berpose,he3x..
Selamat berpelancong,
ima-ep

Rome, Italy

Roma, Italy
11 - 13 April

Alhamdulillah untuk perjalanan yang direncanakan Alloh dalam hidup kita yang kita rasakan begitu indah.. Akhirnya langkah kaki ini sampai ke ibukota itali.. Benar benar tidak pernah kami rencanakan semuanya.. Bersyukur atas segala anugerahNya..

Senangnya bersahabat keluarga yang hobbynya juga travelling.. Di tanah jerman ini kami bertemu dan berkat tulisannya di keluargapelancong.net,kami terinspirasi untuk mencoba melancong sampai ke itali..

Tiket kami pesan online di germanwings.com dan hotel pun kami pesan melalui booking.com.. Alhamdulillah tiket murah dari koln/bonn flughafen sudah kami kantongi.. Mudah sekali akses bandara di jerman.. Semuanya tertata apik dan rapi serta memudahkan pengunjung untuk menguasai medan :-)

Perjalanan dari aachen kurang lebih hanya sekitar 1,5 jam.. Namun kami menghadiri liqo' di Dueren sehingga penerbangan kami terasa nyaman setelah diisi dengan acara grillen di tempat keluarga pelancong yang sangat hangat..

Perjalanan ditempuh selama kurang lebih 2 jam, untuk Germanwings di Koln/Bonn flughafen ada di terminal 1b. Bandara Koln/Bonn relatif cukup besar juga,namun petunjuk arah di Jerman sangat informatif dan mudah diikuti. Pesawat kami delay 35 menit, wah maklum ngejar tiket promo,he2.. Begitu mau boarding,ternyata belalai untuk masuk ke pesawat belum terpasang, sehingga kami menunggu di dekat mesin belalai yang anginnya begitu dingin 1-3 derajat. Alhamdulillah cuaca buruk menghadang kami persis sebelum mendarat di Fiumicino, Roma. Bandara Fiumicino juga dikenal dengan nama bandara internasional Leonardo da Vinci.

Setelah berputar2 dan akhirnya mendarat dengan selamat di bandara Internasional Leonardo da Vinci diiringi hujan deras dan petir. Wow... That's one problem happened.. Begitu besarnya bandara Fiumicino sehingga untuk mengambil bagasi kami melewati lorong2 yang panjang dan sudah sepi karena hari Minggu dan jam sudah menunjukkan pukul 19.15.. Setelah mengambil bagasi yang berisi roti dan air minum, kami segera ke bagian informasi untuk tahu bagaimana sampai ke Rome Termini. Dan... Dengan mengikuti petunjuk arah menuju train (gambar kereta),akhirnya kami bisa berbagi tips bahwa lebih baik mendarat di Ciampino karena bisa menggunakan fasilitas bus untuk sampai ke stasiun metro terdekat sehingga biaya tiket sampai ke Roma bisa ditekan. Kami harus membayar einzel ticket/tiket sekali jalan untuk sampai ke Termini seharga 14Eu per orang di Bigliteria/ticket office :-( Kurang lebih 30 menit kami sampai di Rome Termini dan dibawah hujan deras, becek, petir kami menuju hotel Marsala yang sudah kami pesan. Untunglah lokasinya terjangkau dan berdasarkan peta dari maps.google.com kami bisa menemukan dengan mudah.. Nah, sekarang kami mau istirahat mengembalikan tenaga untuk siap hunting object esok pagi.. Tips: Kebetulan kami mendapat peta komplit Roma yang mudah dipahami jadi memudahkan perjalanan kami. Alasan panda memutuskan berangkat ke Vatican karena letaknya yang paling jauh dari Termini. Menggunakan Metro A jurusan Batistini kami menuju halte Ottaviano untuk melihat Basilica S. Pietro. Sungguh megah bangunan dan pilar2 gereja dimana para paus biasa menyapa umatnya. Terbayang betapa penuhnya halaman di depan kami saat Johannes paulus II meninggal. Masuk ke dalam Basilica S. Pietro gratis dan kita diijinkan untuk mengambil gambar didalamnya.

Searah Basilica S.Pietro kita bisa berjalan menuju Castel Sant' Angelo ditepi sungai Tevere. Sedikit berjalan akan sampai di Piazza dei Tribunali. Di setiap bangunan di Roma yang bisa dinikmati adalah kemegahan bangunannya. Nah sampailah kita di daerah Piazza Cavour. Kami membaca peta dan memilih jalur 70 untuk sampai di Termini lagi. Sedikit tips seperti cerita teman2, kita harus melambaikan tangan untuk memberhentikan bus. Pesan kami, hitunglah jumlah halte yang akan pakai untuk berhenti dari halte yang dikotaki karena bus di Roma tidak memberi keterangan di tiap halte pemberhentiannya. Alangkah baiknya bertanya pada supir bis dimana akan berhenti atau stasiun metro terdekat.

Tujuan berikutnya, kami Piazza del Papolo dengan halte pemberhentian Metro A di Flaminio. Di sana ada bangunan kembar dan patung serta tugu yang akan dijumpai di banyak tempat di Roma. Selanjutnya kami menggunakan Metro A lagi arah Agnanina menuju halte Spagna.

Nah.. di Spagna ini kita bisa melihat kolam yang ada kapalnya dan Trinita dei Monti, yang juga dikenal dengan Spanish Step. Apabila punya energi banyak untuk menaiki tangga di Spagna maka anda akan melihat kota Roma dari ketinggian dan mungkin begitu indah. Kami tidak menaiki tangga tersebut dan memilih membeli souvenir 'magnet' yang setelah kami bandingkan dari sebelumnya di Spagna lebih murah walaupun hanya 50 sen,he3x..
Perjalanan kita lanjutkan ke Fontana del Tritone dengan halte pemberhentian di Barberini. Di salah satu pojok ada toko tas kulit buatan italy yang kami rasa harganya terjangkau dengan kualitas kulit yang bagus..

Waktu sudah menunjukkan pukul 13 dan perut kami sudah memanggil untuk diisi.. Pizza dan pasta italy begitu menggiurkan.. Alhamdulillah kami ingat bahwa ada kebab dan pizza halal di dekat stasiun termini (sebelah kanan lewat pintu via marsala).. Kami memesan teh hangat,kebab dan pizza.. Waaaahhhh rasa saus pizza dan tipisnya pizza dengan daging dan keju di atasnya begitu perfekto .. Pizza di sini dijual per 100gr.. Untuk sebuah pizza yang mantapps kita hanya membayar 4 Eu dan donner kebab dengan chicken&beef hanya 3,5 Eu dengan saus kebab yang uenaaakkk.. Wah, makan siang menu istimewa.. Karena semalam kehujanan, panda mengambil inisiatif untuk ibadah dan tidur siang dulu di hotel sebelum melanjutkan hunting senja di Colloseum.. Akhirnya kami cukupkan setengah hari ini dengan tidur siang dan kota Roma relatif panas..

Sore hari pukul 15.30, kita lanjutkan hunting dengan metro B jurusan Laurentina menuju Colloseo. Begitu keluar dari stasiun Metro, kita akan dihadapkan bangunan Colloseo nan megah yang digunakan untuk para gladiator bertarung. Tempat menarik untuk berfoto di gerbang menyerupai Arc de Triomphe (paris), yaitu gerbang Arco di Costantino. Menuju arah Palatino kita bisa mengambil gambar Domus Aurea berdampingan dengan Colosseo. Untuk melihat puing2 peninggalan kejayaan Romawi di Palantino, kita harus merogoh kantong 4Eu dan untuk sampai Roman Forum 6Eu.

Dalam pikiran kami, jika bangunannya besar mau ditutupi seperti apa tentu akan bisa terlihat. Dan... Benar juga.. Sepanjang via del Fori Imperiali terhampar sisa2 kemegahan Romawi yang akan membuat kita kagum sampai di Monumento a Vittoria Emanuelle II. Kami ingin segera sampai di Fontana di Trevi yang begitu terkenal. alhamdulillah kami bisa menikmati senja di Colloseo dan ditutup di Fontana di Trevi. Air mancur megah dengan ornamen yang begitu indah. Air mengalir seperti air terjun kecil buatan yang membuat kita ingin berlama2 di sana. Tak lupa tradisi lempar koin dan berharap bisa kembali lagi ke Roma bersama orang2 tersayang kami.. Amien..

Senja berangsur berganti malam, tradisi nyasar tetap saja ada. Kita salah naik bus dan nyasar di daerah CAVOUR. Kami kira Piazza Cavour ya daerah dekat metro Cavour tapi ternyata beda 180 derajat dari barat laut dan tenggara,ha3x.. Alhamdulillah kita selamat setelah bertanya dengan supir bis wanita yang sedang ngetem..

Rasanya menghabiskan malam di italy harus, mumpung summer sehingga gelapnya baru sekitar pukul 20. Waktu itu jam hp menunjukkan pukul 17 dan kami masih ingin berpetualang di Pantheon. Dengan menggunakan bis jalur 116 dan bertanya pada penumpang kalau ingin ke Pantheon, akhirnya kita ditunjukkan rute dari Piazza Navoria, Palazzo Madama dan akhirnya melihat Pantheon. Sepertinya kawan2 harus merasa Gelato Roma yang rasanya ueeennaaaakkkk dan tidak eneg. Kita bisa mencicipi semua rasa yang mau kita pilih. Satu cup bebas berapa rasa hanya dengan membayar 2 Eu. Tergolong mahal jika dibandingakan ice cream del Negro Aachen yang juga menjadi favo kami. :-)

Di jalan sempit menuju Pantheon ada toko souvenir yang menjual topi/kaos original Inter Milan, Milan, Ferrari dan Roma. Di tempat ini pula,aku menemukan piring Roma yang lebih murah 1,5 Eu dibanding di Colloseo. :-(

Waktu sudah menunjukkan pukul 18.30 dan kami mencari halte bis untuk kembali ke Termini. Kami menunggu bis 70 dan menyempatkan berfoto-foto di depan Vittorio Emanuelle 2 yang megah di malam hari. Berhubung hujan rintik2 mulai turun, kami mengakhiri perjalanan malam itu dengan menyantap mie rebus hangat.. nyam nyam..

Second day in Rome,

Sengaja bangun pagi2 untuk bisa melihat Fountain de Trevi lagi.. Kalau kawan2 pernah ke sini, pasti ketagihan deh dengan ni pancuran.. Berasa di tempat yang adeeemm dan segeerr liat air yang gemericik.. Sebenarnya tempat2 yang musti dikunjungi di Roma sudah selesai kita datangi.


Hari ini tidak ada tujuan khusus ke suatu tempat. Tinggal menghabiskan bangunan2 museum dan tempat2 yang ada di peta Roma sembari menikmati coklat dan pasta itali. Beberapa tempat yang kami pakai untuk background foto, diantaranya: Isola Tiberina (pulau buatan di tengah sungai Tiber), beberapa Palazzo, Argentina, beberapa Musee dan Piazza della Repubblica.

Tips:
• Memanfaatkan tiket trim, bawa peta Roma yang ada gambarnya dan linie trim.
• Stasiun Termini begitu besar, meliputi stasiun kereta, stasiun Metro, terminal bus, kedai dan restoran.
• Untuk pulang ke bandara, biasanya di track 25-27 dan letaknya jauuuhhh sekitar 15 menit jalan kaki dari masuk stasiun Termini. Siapkan waktu yang sedikit longgar sebelum kereta menuju bandara berangkat.

Selamat berjalan2, berfoto2, belanja tas kulit italy, dan mencicipi pasta..

Thueringen

Elgersburg, Erfurt
Maret 2010

Sekelumit cerita yang kubawa dari perjalanan Summer Schoolku di Ilmenau, Thuringen..

Pengalaman perjalanan yang memakan waktu hampir 6,5 jam dari Aachen dengan berganti kereta di 3 stasiun (Koln Hbf, Frankfurt (am Main) Fernbhf, Erfurt Hbf) yang masih asing bagiku.. Kupercayakan keselamatanku hanya pada yang membuat hidup.. Alhamdulillah,akhirnya aku bisa berbagi dengan teman2 di blogku ini..

Pesan Tiket & pesan kursi

Ini juga merupakan pengalaman bagiku, jika ingin bepergian dengan kereta, kita bisa membeli tiket di kantornya DB di tiap Hauptbahnhof maksimal seminggu sebelum perjalanan.. Kita bisa membeli tiket dengan harga lebih murah sekitar 25% yang ditulis di tiket sebagai sparpreis. Selain memesan tiket, untuk perjalanan jauh sebaiknya pesan tempat duduk sekalian.. Pengalaman penting ini kujumpai sewaktu perjalanan hari Minggu dari Frankfurt ke Erfurt yang penuh sesak.. Di kereta IC yang kutumpangi, aku harus pindah tempat duduk 2 kali hanya karena aku belum tahu bahwa harus memesan tempat duduk..

Selanjutnya tips ketika harus berganti kereta/umsteigen hendaknya diperhatikan benar tata aturan rel/gleis di tiap stasiun yang akan kita pakai untuk pindah kereta..

Pada umumnya, yang kita lakukan apabila kita harus di gleis yang letaknya agak jauh adalah mencari anak tangga/estalator/lift turun untuk selanjutnya mencari gleis yang ada di tiket/reiseplan.. Terkadang kereta yang kita tumpangi tidak selalu tepat sampai di stasiun berikutnya.. Apabila hal itu terjadi, tinggal lapor ke kantor DB yang ada untuk mengubah rencana perjalanan kita.. O i ya, di dalam kereta biasanya ada rencana perjalanan/Reiseplan kereta yang kita tumpangi.. Di dalam reiseplan itu kita bisa tahu informasi sudah sampai di mana, kapan harus turun sesudah stasiun apa, dan harus berlari ke gleis mana untuk melanjutkan perjalanan..

Berikut sedikit ulasanku tentang track/gleis di beberapa stasiun yang kudatangi. Hal ini terinspirasi karena begitu sulitnya aku mencari informasi tentang letak rel/gleis.
Aachen Hbf, Koln Hbf
Di kedua stasiun ini, dari gleis 1 ke yang lain kita harus menuruni tangga dan melihat petunjuk untuk sampai di gleis yang dikehendaki.
Frankfurt (am Main) Flughafen Fernbahnhof
Seperti halnya di Dusseldorf Flughafen, untuk berpindah gleis, kita malah harus naik estalator dan membaca richtung/arah fern./gleis yang hendak kita tuju..

Hotel am Wald, Elgersburg, Ilmenau

Tidak hanya sekedar arti bahwa artinya 'hotel di hutan'. Memang benar adanya bahwa hotel ini terletak di antara hutan Elgersburg. Ternyata ini salah satu kawasan wisata untuk sky, mendaki dan lain2.. Aku sempat membaca brosur yang ada di kamarku untuk disajikan di blog ini beserta harganya.. Sewa kamar untuk 6 hari sekitar 510 Euro sudah include didalamnya sarapan, makan siang dan makan malam.. Menu khas Thuringen tersaji di setiap makan siangku, yang paling menarik adalah aku sempat mencicipi daging rusa.. Aku juga sempat memesan makan malam Salat 'Hotel am Wald' seharga 8,5 Euro dengan isi: ayam fillet yang cuma dipanggang, rotkohl, weiss kohl yang dibikin acar, buncis dan beberapa sayuran aneh yang mungkin enak bagi masyarakat Jerman khususnya.. Tapi aku merindukan nasi.. :-)

Tips: setiap kali bepergian aku membawa satu bungkus roti tawar dan selai.. Jangan lupa bawa tempat minum.. kalau di Indo bisa membawa popmie/mash potatoes, tapi belum tentu tersedia air putih panasnya.. karena air putih biasa hanya mereka sediakan dari kran dan minuman gratis di kamar selalu mineral wasser mit starke kohlensaure artinya air putih bersoda.

Erfurt, Thuringen

Pengalaman yang berharga dari perjalanan ini.. Sebuah kenangan terindah bisa satu meja makan dengan para guru besar dan orang2 penting dalam Control Theory.. Alhamdulillah..


Yang paling berkesan adalah bisa berfoto dengan Prof. Jan C. Willems yang tadinya aku hanya bisa membaca bukunya yang berjudul “Introduction to Mathematical System Theory : A Behavioral Approach”. Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhanmu yang hendak kamu dustakan? (QS. Ar Rahman). Terima kasih ya Rabb..

Salam
ima ep