Showing posts with label ikan bakar. Show all posts

Ledok Gebang, Pemancingan dan Tempat Makan Pilihan di Condong Catur

Ledok Gebang



Melanjutkan perjalanan tamasyaku di Yogyakarta bagian utara, dekat sekali dengan lokasi tempat tinggal kami di Condong Catur, Wedomartani. Sesekali melewati plang yang memang terlihat bahwa di sini ternyata tempat makan yang recommended. Siang ini, menjamu mama papa yang kebetulan berkunjung ke rumah kami dengan ponakan tersayang Rafisqy. Mengajak anak kecil sebenarnya, gampang-gampang susah *lebih banyak gampangnya kan ya? Standar tempat makan yang hanya bisa untuk makan sepertinya bukan pilihan untuk memilih tempat makan dengan membawa anak kecil.

Tempat Makan dan Pemancingan

Menuju ke lokasi sepertinya tidak terlihat bahwa di sini adalah tempat makan yang kece dan enak. Jalanan menurun memasuki lokasi parkir dan pemancingan membuat kesan pertamanya tidak meyakinkan. Barulah begitu sampai di lokasi, ternyata tempatnya elok dan rupawan. Wah, tidak salah pilih nih! Bisa berjam-jam betah membawa si kecil yang dititipkan ke ontynya. Apalagi di sini tidak sekedar tempat makan lho, tapi juga pemancingan. Kesempatan ni mengenalnya Rapisqy apa itu memancing. Tenang, di sini kita tidak perlu membawa alat pancing dan palet (umpan), cukup meminjam alat pancing seharga 3,000 rupiah dan membeli palet (pakan ikan/umpan) seharga 2,000 rupiah.

Pemancingan

Wisata Pantai Glagah - Congot, Purworejo

Jalan-jalan tamasyaku kali ini menuju ke barat Yogyakarta, tepatnya setelah Wates, menuju ke arah Purworejo. Kali ini janjian ketemu dengan sahabat sekaligus kakak dari Bandung. Perjalanan menuju Barat di pagi ini lancar dan kurang lebih 1,5 jam sudah melewati batas kota Yogyakarta. Sebagai tanda sudah masuk batas kota adalah banyaknya penjual dawet ireng.

dawet ireng

Biasanya kalau siang hari, kami pasti mencicip dawet ireng ini karena dawet yang biasanya dijumpai di Yogyakarta adalah dawet putih dan dawet hijau. Kalau dawet ireng yang asli berasal dari daerah Purworejo. Sluurrpppp segeerrr diiminum bersama dengan santan, gula jawa cair dan es batu.

Kali ini tujuan kita bertamasya adalah di Pantai Glagah - Congot, Purworejo. Di sini selain melihat pantai berpasir hitam yang sangat halus, kita juga bisa melihat taman buah naga, memancing di sungai dan naik kapal di laguna yang ada di Pantai Glagah.

Naik Kapal di Laguna

Matahari bersinar sangat terik siang ini, dan kami menikmati keceriaan liburan di pantai, hihihi.. Terlihat dari senyum cerah ceria kami di foto-foto yang berhasil diabadikan dari lensa kamera. Ternyata, bertamasya ke pantai dengan menggunakan gamis bukanlah menjadi masalah lho..

Pantai Indrayanti, Gunung Kidul, Yogyakarta


Menikmati deburan ombak pantai selatan, tidak hanya dapat kita nikmati di Pantai Kuwaru dan Pantai Parangtritis (25 km di Selatan kota Yogyakarta). Namun juga di sepanjang pantai di Gunung Kidul, mulai dari pantai Baron, pantai Krakal, pantai Drini, pantai Sundak, pantai Indrayanti, pantai Kukup, pantai Siung, pantai Wedi Ombo. Kali ini jalan-jalan kita di pantai Indrayanti ya.. Pantai Gunung Kidul memberikan panorama seperti pantai-pantai di Pulau Bali.  

Ada apa aja sih di Pantai Indrayanti???


Menikmati makanan laut di pinggir pantai dengan suasana yang romantis dengan harga yang relatif terjangkau bagi siapapun yang berkunjung ke sini. Tapi saran saya, variasi makanan di gubug restoran Pantai Indrayanti tidak menyediakan hidangan lengkap seperti di Baron, seperti gambar yang berikut :
Di Baron, kita bisa membeli bulu ayam goreng yang renyah dan gurih. Bisa membeli udang goreng dan keripik bayam. Jangan lupa membeli beraneka buah dan tempe Wonosari yang enak.
Apabila ada beberapa hal yang ingin Anda ketahui, silahkan menuliskan komentar di sini ya... 


salam,
ima-ep