Showing posts with label tradisional. Show all posts

Menikmati Jogja di Angkringan Kedaulatan Rakyat

Angkringan KR Kedaulatan Rakyat

Menikmati Jogja di waktu malam. Ya, Yogyakarta sebagai kota tujuan wisata, bisa dinikmati semua tempatnya kapan saja, baik siang ataupun malam. Mau wisata kuliner, wisata laut, wisata sejarah, atau wisata edukasi, semua tersedia di Jogja. Kali ini, tamasya kita berwisata kuliner di angkringan Jogja! 

Angkringan, tempat nongkrong asyik bersama keluarga dan sahabat 


Angkringan sudah menjadi icon kota Yogyakarta. Belum afdol berkunjung ke Yogyakarta kalau belum ngangkring di angkringan. Angkringan sudah menjadi simbol masyarakat Indonesia terutama Yogyakarta. Awal muasal adanya angkringan didasari kebiasaan masyarakat Yogyakarta yang suka berkumpul dan ngobrol dengan suasana santai dan bersahaja. Angkringan itu ibaratnya kafe rakyat, di angkringan kita bisa bercengkrama dengan keluarga atau pun sahabat sepuasnya bahkan sampai pagi. 

Kuliner Murah dan Sehat, Lotek dan Gado-Gado

Lotek Teteg

Suatu siang di kota Yogyakarta, tepatnya di daerah Baciro, Yogyakarta. Lotek Teteg yang sudah melegenda sejak saya masih remaja belia. Racikan olahan kacang yang dipadu dengan sayuran yang khas rasanya, membuat lotek dan gado-gado menjadi salah satu kuliner sehat yang bisa masuk ke perut manda. Kuliner lotek dan gado-gado menjadi pilihan kuliner sayuran yang murah. Porsi jumbo dari lotek dan gado-gado dengan komposisi kupat (baca : ketupat), sayuran, dan gorengan cukup membuat perut tahan kenyangnya sampai makan malam. Keunggulan makan serat kan memang begitu, awet kenyangnya karena makan sayuran banyak mengandung serat.

Wisata Cantik ke Jogja Traditional Treatment

wisata cantik ala tamasyaku.com

Liburan ke Jogja, ya pastinya seneng. Terlebih lagi kalau tujuan ke Yogyakartanya untuk silaturahmi dengan keluarga besar. Pasti ramai dan ngangenin untuk kembali ke Jogja lagi. Jogja itu istimewa! Bertamasya ke Jogja bisa dapat wisata sejarah, wisata pegunungan, wisata pantai dan sekaligus wisata belanja. Aaahh tidak cukup satu hari kalau mau menikmati YOGYAKARTA.

Kalau badan sudah butuh untuk relaksasi, kemanakah tujuannya? Yap, mengikuti kekinian, marilah kita memanjakan sejenak di salah satu tempat spa khusus perempuan di Jogja.

Amemayu Hayuning Buwana. 

Keluhuran Budi Memancarkan Pesona Cantik yang Sesungguhnya.


Spa Khusus Perempuan

Pertama kali yang menjadi pilihan adalah khusus perempuan. Terlebih griya spa ini dipunyai oleh Margaria Group. Jadi semakin mantap untuk relaksasi di sini. Kali ini kita mencoba Jogja Traditional Treatment (JTT) yang di dalam kota. Janjian sudah tiga hari yang lalu, begitu masuk kita sudah langsung ditangani oleh tangan terampil yang siap mengendurkan otot dan syaraf yang tegang. 

Memilih tempat spa itu gampang-gampang susah,

Workshop di Wisma MM UGM, Yogyakarta

Perjalanan wisata kuliner kali ini berbau wisata ilmu ya sahabat tamasyaku, pingin share tentang fasilitas makanan selama workshop di Wisma MM UGM, sekalian juga pingin berbagi ilmu tentang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Workshop kali ini berjudul Strategi Pemasaran UKM dalam Menghadapi MEA 2015. Pematerinya dari akademisi dan juga praktisi yang ilmunya kena banget bagi pelaku UKM yang akan bersaing secara kualitas dengan negara ASEAN lainnya. Kata salah satu pemateri, "kadang kita teralu mengkhawatirkan yang kita belum tahu"

Sudah cukup familiar mendengar singkatan MEA? 


Suasana Workshop

Para pemateri memaparkan slide demi slide dengan dibantu proyektor sehingga materi presentasi dari laptop bisa di share lebih jelas ke peserta dengan ditembakkan ke layar yang berwarna putih. Workshop yang diselenggarakan oleh ASEAN Studies Centre (Pusat Kajian ASEAN) UGM. Materi workshop kali ini cukup menarik, diantaranya :

Oleh-Oleh Seduhan Khas Yogyakarta di Mirota Batik


Kenapa sih harus ke Jogja?


Kalau buat saya, ada 1001 cerita bahagia saya di kota ini. Kota dimana saya lahir, saya besar, jodoh saya dan tempat tinggal sampai hari ini. Kalau buat pendatang, katanya Jogja itu ngangenin.

Jogjakarta, Yogyakarta, Ngayogyakarta Hadiningrat


Manisnya orang Jogja itu semanis gudeg,
Ademnya orang Jogja itu seadem suasana kotanya,
Hangatnya orang Jogja itu sehangat jahe di angkringan,
Ramahnya orang Jogja itu seramah malioboro,
Nyamannya tinggal di Jogja itu senyaman harga barang-barang di Jogja,
Anggunnya orang Jogja itu seanggun tugu Jogja,
Halusnya orang Jogja itu sehalus kulit bakpia,

Jogja itu lengkap, ada gunung dan ada pantai.
Jogja itu menawarkan keramahan dan kehangatan yang apa adanya.
Jogja itu bersahabat dan selalu menjadi tempat yang tenang untuk kembali.

Namun, .....

Yogyakarta itu kota pendidikan, *banyak bangunan tinggi menjulang mulai dari appartment sampai residence.
Yogyakarta juga sekarang kota pariwisata, *kemacetan sepanjang waktu kecuali tengah malam.
Yogyakarta sekarang kota metropolitan *bangunan mall harus sebanyak mungkin.

Haloo halooo.. Wah kepanjangan ni preambule nya.. Saya sebenernya mau menuliskan tentang eksotikanya Jogja dalam racikan jamu herbal yang mudah banget disajikan lewat seduhan. Wah tapi ternyata bayangan saya tentang Jogja tidak bisa tidak, langsung melayang-layang dan baris demi baris menggambarkan perasaan saya tentang Jogja.. Makasih yaa untuk yang sudah membaca curahan hati saya antara bahagia, bangga, dan sekaligus rasa prihatin..

Merasakan kehangatan Jogja dari seduhan jamu herbal.

Mirota Batik = Hamzah Batik

Rebutan Jajanan Pasar : Sentiling

Seseruan kopdar blogger di Semarang selama 12 jam, menyisakan cerita dan kenangan yang membekas sampai siang ini. Kamera yang tadinya sebagai alat mengabadikan moment, ternyata berhasil merekam jepretan-jepretan tak terduga yang buah iseng manda dituangkan dalam bentuk dialog untuk mengenang kehangatan kita ya mbaknik dan taro. Setelah dari Lawang Sewu, kita menuju ke Gereja Blendhuk ini.

Dalam kopdar ini, Ummah membawakan kami banyak sekali kue tradisional yang dikenal sebagai jajan pasar. Bentuknya ada banyak, seperti : klepon, putu ayu dan sentiling. Sedikit cerita tentang jajan pasar SENTILING yang direbutkan dalam dialog ini, sentiling ini dulu sewaktu saya kecil namanya "bengawan solo". Entah kenapa sebutannya bengawan solo, kalau penasaran googling yah! Lalu beberapa waktu lalu, mencicipi sebuah jajan pasar namanya ongol-ongol juga mirip rasanya dengan sentiling ini..

karena enak, pantes titipan sentiling menjadi tidak aman di tangan orang yang dititipi.

Segarnya Soto Kadipiro, Yogyakarta

soto kadipiro
Soto Kadipiro

Egois itu punya informasi soto versi sayuran paling enak se-Yogyakarta baru di-review sekarang. Eh, emang soto menurut tamasyaku ada berapa versi? Ah, ini mah cuma kategori manda aja sebagai penyuka soto. Mau tahu versi soto menurut manda, yaitu :
  • soto sayuran, orang familiar nyebutnya soto ayam
  • soto sapi
  • soto sulung, ini yang khas dari madura
  • soto seger, kalau yang ini khas boyolali
  • soto kudus

Brongkos Legendaris Khas Tempel, Yogyakarta

Brongkos Tempel Legendaris

Memasak brongkos membutuhkan waktu yang lama, itulah alasannya kenapa kami :

lebih memilih membeli daripada memasak

Alasan atau pembenaran ya? Proses memasak brongkos yang "pating clekenik" yang diarti bahasakan "pating printhil" atau bahasa Indonesianya rempong. Bagaimana tidak, memasak sayur brongkos ada resep yang dihaluskan (baca : diuleg), ada bahan yang direbus terlebih dahulu, ada bahan yang dicarinya termasuk susah (seperti : mlinjo, tholo, dan kluwak). Memasak brongkos melewati beberapa tahapan, apalagi lauk yang dimasak beragam, seperti :
  • brongkos koyoran
  • brongkos daging
  • brongkos telur
  • brongkos tahu
Nah, kesemuanya itu nggak bisa dimasak campur jadi satu karena akan remuk (bagi bahan-bahan yang lunak). Mama saya jago masak brongkos, dan resep brongkos sudah di tangan. Resep brongkos akan keluar pada saatnya sudah tidak ada penjual brongkos untuk disambangi, hehehehe..

Brongkos Ijo Tempel Sleman Yogyakarta
Brongkos Ijo Mbak Prih

Kuliner Satu Hari di Yogyakarta

Halo sahabat tamasyaku, yang membuat JOGJA istimewa menurut saya karena semua kulinernya pas di lidah, hehehehe. Ya jelas dong ya, kan orang Jogjaaaaa ^_^ Cerita kali ini bisa dipakai rujukan bagi temen-temen yang tinggal di Jogja Yogyakarta dan bingung mau menu kuliner rumahan yang seperti apa.

Kuliner Rumahan.

Definisi kuliner rumahan untuk blog tamasyaku ini adalah kuliner yang disantapnya di rumah alias dibawa pulang, bahasa kerennya take away atau take home. Sebenarnya banyak menu kuliner rumahan yang bisa manda rekomendasikan di sini, maklum harus siap pilih-pilih menu nitip panda ketika rasa malas tiba-tiba hadir.

Cerita kali ini merupakan skenario malas memasak di hari Sabtu yaa.. Jadi bisa dibayangkan menu-menunya nggak seabreg langsung LEB di makan di satu waktu yaa... *_*

Sarapan Pagi

JOGJA gituuuu lhooo... Menu sarapan pagi yang recommended banyaaakkk... Sisa pilih dan comot aja masuk ke perut. Dari nasi kuning, nasi gudeg, lontong opor, soto seger, soto ayam, soto sapi, soto sulung, bubur ayam, bubur bandung, dan masih banyak variannya yang langsung kenyaaaannggg seketika.

Bukannya makan pagi tidak perlu kenyang? Nah karena alasan itu, kali ini yang berhasil memancing selera ber TIWUL GATOT pagi adalah motor ideran di komplek perumahan kami. Penasaran ya? Hari gini masih ada yang ngider tiwul gatot untuk sarapan. Nyuusss kenyang seporsi (baca : pincuk) 3,000 rupiah aja.. *rate Jogja*