Showing posts with label makan. Show all posts

Makan dan Tidur Selama di Paris, Perancis


Alhamdulillah melanjutkan menulis tulisan organik yang ternyata mudah sekali untuk diingat dan dituliskan kembali, sebagai moodbooster untuk menyelesaikan beberapa tulisan deadline yang sudah menanti. Cerita Parisnya dilanjutkan sampai tuntas ya, supaya tidak ada yang mengganjal. Setelah drama tersesat di kota Paris, akhirnya tiba saatnya menuliskan tentang makan dan tidur selama di kota Paris, Perancis.

Baca juga : Lost in Paris


Kuliner Jadul di Waroeng Pitoelas, Kalasan Yogyakarta


Waroeng Pitoelas, di bulan Agustus mendengar kata Pitoelas yang dalam bahasa Indonesia adalah tujuh belas, sangat familiar terdengar di telinga kita. Tetapi, pitoelas yang Manda akan ceritakan bukan tentang tanggal kemerdekaan RI, melainkan warung makan dengan menu masakan jadul (baca : jaman dulu).

Sore itu, kami blogger Jogja diundang acara syukuran WAROENG PITOELAS (baca : warung pitulas) yang ada di jalan Berbah - Kalasan. Saya yang orang Jogja, mungkin tidak menyangka bahwa ada lokasi di Kalasan, Prambanan yang masih asri dan bisa terasa kesan Jawanya. Sesampainya di waroeng pitoelas, sebuah bangunan khas Jawa dengan furniture Jawa menyambut kita. Banyak ruang terbuka di Waroeng Pitoelas sehingga angin bisa bebas menyapa saya dan teman-teman yang sore itu sudah bersiap untuk menikmati kuliner nJawani ala waroeng pitoelas. 

Kuliner Nglathak Kekinian di Seputaran Kampus UGM

Nglathak Kekinian
Nglathak Kekinian

Sate Klathak, siapa yang tidak kenal dengan kuliner berbahan daging kambing yang satu ini? Atau jangan-jangan belum tahu apa itu sate klathak? Yang penasaran dengan sate klathak dengan sajian yang kekinian dan pas di kantong mahasiswa, boleh lanjut baca review ini ya.

Tentang sate klathak, biar bisa memberi definisi sesuai pengalaman teman-teman, silahkan mampir di kedai Nglathak yang ada di Caturtunggal, Depok, Sleman. Kalau sahabat tamasyaku sedang berada di daerah UGM, segera menuju ke arah nderesan (tanya ke sekitar ya kalau nggak nemu di maps). Kalaupun males bertanya, sekarang bisa

cukup ketik "nglathak kekinian" akan ada petunjuk arah di Android yang akan mengantarkan kita ke sana. Untuk yang ingin memesan paket sate nglathak bisa kontak ke 0856-1785-521 ya.

Referensi Kuliner Khas Jogjakarta yang Wajib Dicoba

Pulang ke kotamu,
Jogjakarta...

Sepenggal baris lagu Katon Bagaskara yang selalu membuat siapapun yang pernah ke Jogja, selalu ingin kembali ke Jogja. Keramahan dan keberhatinyamannya Jogja yang selalu membekas pada siapapun yang pernah tinggal di Jogja. Itulah yang membuat Jogja selalu istimewa dan ngangenin.


Kuliner Mie dalam Cangkir di Kedai Seduh, Condong Catur

Kedai Seduh

Berbicara tentang kuliner adalah berbicara tentang rasa. Bagaimana sebuah kuliner terasa berbeda dinikmati, tergantung dari beberapa faktor, seperti :
  1. Bersama siapa kita menikmatinya.
  2. Jenis masakan apa yang kita nikmati.
  3. Olahan rasa berbeda dari bahan yang sudah biasa.
  4. Tempat yang asik untuk menikmati sebuah kuliner.
  5. Rasa dari sajian kuliner yang menjadi memori dan terkenang.

Duh, jadi panjang ya menceritakan tentang cita rasa dalam sebuah wisata kuliner. Kalau kebanyakan orang berpendapat, wisata kuliner itu usaha penggembulan, buat kami berdua rasanya tidak juga. Proses penggembulan jika kulinernya sesudah jam 7 malam dan porsi yang aduhai WOW. Kalau wisata kuliner ditujukan untuk mengenal berbagai macam rasa dari olahan sebuah bahan makanan menjadi masakan, rasanya tidak parah-parah kok gembulnya. *tapi ya memang bikin gembul. Pisss.